Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Terus Bangun Sarana Air Bersih

📅 Senin, 02 Okt 2023, 05:25 WIB | Oleh:
DKI Terus Bangun Sarana Air Bersih Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Direktur Pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Jaya (PAM Jaya) Syahrul Hasan di Jakarta, Sabtu (30/9/2023).

JAKARTA - Pembangunaninfrastruktur air bersih untuk meningkatkan cakupan pelayanan tetap berjalan meski Jakarta tidak lagi menyandang sebagai Ibu Kota. Penegasan ini disampaikan DirekturPelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Jaya (PAM Jaya), Syahrul Hasan, Sabtu.

"Meski Ibu Kota negara pindah, program penyediaan air bersih bagi warga Jakarta harus tetap berjalan untuk memenuhi cakupan pelayanan," ujar Syahrul.

Data terakhir PAM Jaya menyebutkan cakupan pelayanan di Jakarta 65,85 persen. Jumlah pelanggan sebanyak 913.913. Kapasitas produksi 20.082 liter per detik, panjang pipa 12.075 km, dan tingkat kehilangan air (non revenue water/ NRW) 46,47 persen.

Lantas untuk jumlah pelanggan, Syahrul memastikan tidak mengalami perubahan terkait kepindahan ke Kalimantan Timur tersebut. "Kalaupun turun, tidak terlalu signifikan," kata Syahrul.

Masih terkait jumlah pelanggan, Syahrul beralasan yang wajib pindah nantinya pemerintah pusat. Terkait hal itu, PAM Jaya juga sudah menghitung kekurangan ataupun kelebihan dari perpindahan itu.

Apalagi, menurut Syahrul, perpindahan Ibu Kota negara tentunya tidak berlangsung sekaligus pada saat itu juga sehingga pelanggan dipastikan tidak bakal turun. "Kalaupun ada penurunan dari sisi volume penjualan air, itu tidak signifikan, masih aman, dan itu kan juga bertahap ya, tidak dalam satu waktu, katakanlah 2024 gitu pindah semuanya," ujar Syahrul.

Syahrul menjelaskan PAM Jaya membagi pelanggannya menjadi dua. Pertama pelanggan (customer) regular seperti rumah-rumah, baik itu rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun rumah yang berpenghasilan menengah ke atas.

Kedua, pelanggan perusahaan (korporasi) seperti mal, gedung perkantoran, gedung dinas, kementerian, lembaga negara, gedung pemerintahan, serta kantor kecamatan dan kelurahan. Berdasarkan hitung-hitungan terhadap kedua pelanggan itu, PAM Jaya memastikan tidak ada pengaruh terkait perpindahan Ibu Kota Negara.

Terkait halo itu, PAM Jaya akan terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan yang sifatnya strategis serta berpengaruh langsung. Kemudian untuk seluruh pelanggan, PAM Jaya terus mengimbau untuk menghemat penggunaan air bersih.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti, mengungkapkan pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan air bersih di Jakarta harus tetap berlanjut kendati Ibu Kota negara pindah ke IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.