Penyelam Filipina Mencabut Penghalang Terapung di Laut Tiongkok Selatan
📅 Rabu, 27 Sep 2023, 04:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
MANILA - Manila baru-baru ini mengambil 'tindakan tegas' terkait Scarborough Shoal perairan yang disengketakan dengan Beijing di Laut Tiongkok Selatan. Seorang penyelam dari Satuan Penjaga Pantai Filipina memotong penghalang teritorial terapung yang dipasang oleh Tiongkok, untuk menghalangi para nelayan lokal mencari ikan.
The Telegraph melaporkan, tali sepanjang 300 meter tersebut menghubungkan barisan pelampung, pada sebuah gugusan terumbu karang kecil namun strategis, 130 mil sebelah barat pulau Luzon, Filipina.
Juru bicara penjaga pantai Filipina, Komodor Jay Tarriela, mengatakan, pihaknya mengambil "tindakan tegas" untuk memutuskan tali di fitur maritim dengan nama Filipina, Bajo de Masinloc (BDM) tersebut, dan menerbitkan rekaman seorang penyelam saat sedang menembusnya.
"Sesuai dengan instruksi presiden," kata Jay Tarriela.
"Pembatas ini membahayakan navigasi, sebuah pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional. Hal ini juga menghambat aktivitas penangkapan ikan dan mata pencaharian nelayan Filipina di BDM, yang merupakan bagian integral dari wilayah nasional Filipina," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain rekaman penyelam tersebut, terdapat video lain yang menunjukkan awak kapal melepas jangkar blokade.
Scarborough Shoal terletak di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina sepanjang 200 mil laut sebagaimana ditentukan oleh hukum maritim internasional dan ditegaskan oleh keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional pada tahun 2016, namun Tiongkok menolak untuk mematuhinya.
Beijing menegaskan bahwa kawasan tersebut, bersama dengan banyak terumbu karang, bebatuan, dan fitur laut lainnya yang diklaim oleh negara tetangga, adalah wilayahnya. Ini merujuk pada dangkalan itu sebagai Pulau Huangyan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok pada Selasa (26/9), memperingatkan Filipina "untuk tidak melakukan provokasi atau mencari masalah", dan insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas pengaruh Tiongkok di kawasan Pasifik.
"Tiongkok bertekad untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan maritimnya di Pulau Huangyan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Wang Wenbin.
Ketegangan antara Tiongkok dan Filipina semakin meningkat, dengan Manila semakin menantang klaim kontroversial Beijing atas 90 persen Laut Tiongkok Selatan yang kaya sumber daya.
Media pemerintah Tiongkok, Global Times, menggambarkan kontroversi tersebut sebagai "kegagalan yang dilakukan pihak Filipina yang bekerja sama dengan media Barat" yang bertujuan untuk "menciptakan narasi palsu yang menggambarkan Tiongkok sebagai 'pengganggu'.
Nelayan Filipina sering mengklaim bahwa intimidasi yang dilakukan oleh milisi maritim Tiongkok menghalangi mereka mengakses wilayah penangkapan ikan tradisional dan merusak pendapatan mereka.
Bulan lalu, kapal penjaga pantai Tiongkok juga terekam menembakkan meriam air dari jarak dekat ke kapal pasokan Filipina yang sedang dalam perjalanan ke perairan dangkal yang disengketakan, tempat pasukan Filipina ditempatkan selama beberapa dekade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!