Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daerah Alami Krisis Air

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 08:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Daerah Alami Krisis Air Doc: istimewa

JAKARTA - Sejumlah daerah alami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Kondisi ini mengancam pasokan air untuk konsumsi dan tanaman.

Di Provinsi Banten, pemerintah daerah (pemda) setempat telah menetapkan status tanggap darurat atau kejadian luar biasa (KLB) bencana kekeringan hingga satu bulan ke depan.

Kekeringan tidak hanya mengancam manusia, tetapi juga banyak mahkluk hidup. Di Bali, kawanan rusa dan burung jalak bali di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) harus keluar dari kawasan konservasi tersebut karena kesulitan mendapatkan air.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menyerukan peningkatan dan perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas pemerintah demi keberlangsungan lingkungan hidup di Tanah Air. Mengingat dampak krisis air memang sudah cukup mengkhawatirkan.

"Beberapa rusa di Pulau Menjangan (Bali) dilaporkan menyeberangi lautan untuk mendapatkan air di kawasan Teluk Brumbun. Begitu pula burung jalak bali atau curik yang kerap datang ke tempat penampungan air milik warga yang berdampingan dengan hutan," ungkap Iwan Aras dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (26/9).

Dia mengatakan krisis air bersih adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian bersama. Maka, Iwan Aras mengajak segenap pihak harus bersatu untuk menghadapi dan memastikan bahwa air bersih tersedia bagi seluruh rakyat Indonesia, beserta lingkungan hidup sekitar.

"Dengan tindakan yang tepat dan kesadaran yang tinggi, kita dapat mengatasi krisis ini dan melindungi kesehatan, pangan, lingkungan hidup dan perekonomian masyarakat Indonesia," tegas Legislator Dapil Sulawesi Selatan itu.

Andi Iwan menegaskan diperlukan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) guna mengatasi permasalahan krisis air. Dengan menyiapkan langkah jangka panjang, pemerintah pusat diharapkan menjadi ujung kebijakan dalam mengatasi krisis air bersih.

"Jadi, krisis air bersih bukan hanya tanggung jawab pemda saja, tapi pusat pun harus bisa turut berperan. Termasuk dengan mencakup investasi infrastruktur pengelolaan air yang berkelanjutan sehingga pusat tidak seperti lepas tangan terhadap kendala di daerah," ujarnya.

Secara terpisah, Pemda Banten menetapkan status tanggap darurat atau kejadian luar biasa (KLB) bencana kekeringan hingga satu bulan ke depan. Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, mengucapkan status tanggap darurat sudah berlaku sejak surat keputusan (SK) diteken pada 19 September lalu.

Al menuturkan, dengan ditetapkannya status darurat kekeringan dari dampak fenomena El Nino membuat pemerintah daerah melakukan penanganannya melalui penggunaan dana belanja tak terduga (BTT). Setidaknya ada tiga daerah yang sudah menetapkan status tanggap darurat kekeringan, yakni Kabupaten Lebak, Serang, dan Tangerang.

Perlu Kolaborasi

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan untuk menyediakan air bersih dan sanitasi yang layak, diperlukan kolaborasi antarsektor, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta, termasuk Asosiasi Teknik yang selama ini fokus pada bidang teknik penyehatan dan teknik lingkungan.

Menurut Danis, saat ini cakupan layanan air minum mencapai 91 persen, namun untuk layanan air minum aman melalui perpipaan baru mencapai 21 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.