Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sultan Tunggu Rekomendasi UNESCO Terkait Pengelolaan Sumbu Filosofi

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 01:44 WIB | Oleh:
Sultan Tunggu Rekomendasi UNESCO Terkait Pengelolaan Sumbu Filosofi Doc: ANTARA/HENDRA NURDIYANSYAH
Ket. Pengendara melintas di dekat Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Selasa (19/9). UNESCO menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta menjadi warisan dunia.

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menunggu rekomendasi resmi dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terkait pengelolaan Sumbu Filosofi Yogyakarta setelah kawasan itu resmi ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.

"Semua pihak harus sepakat pada sesuatu yang didasari pada rekomendasi yang diberikan oleh UNESCO," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (19/9).

Seperti dikutip dari Antara, Sultan mengatakan seperti pada sejumlah warisan budaya dunia lainnya, UNESCO akan memberikan rekomendasi yang memuat catatan yang harus dipenuhi pihak terkait dan dilaporkan secara periodik.

Manakala pengelolaan kawasan warisan budaya tersebut tidak sesuai atau menyimpang dari rekomendasi, kata dia, status tersebut dapat dicabut oleh UNESCO.

"Ketentuan-ketentuan itu ada. Nanti dari situ sesuai tidak, kalau enggak sesuai ya nanti bisa dicabut, karena kami harus punya laporan secara periodik. Saya tidak tahu periodik itu tiga bulan, enam bulan atau per tahun, saya enggak tahu," kata dia.

Terkait rekomendasi itu, Sultan masih menunggu kabar dari sejumlah delegasi dari Yogyakarta yang dikirim untuk menghadiri Sidang ke-45 Komite Warisan Dunia atau World Heritage Committe (WHC) di Riyadh, Arab Saudi.

Dibentuk Wadah

Belajar dari penetapan warisan budaya dunia, baik yang ada di Eropa, Russia, Jepang, menurut Sultan, biasanya akan dibentuk sebuah wadah atau organisasi terkait pengelolaan kawasan itu yang terdiri atas pemerintah, akademisi, serta perwakilan masyarakat. "Masyarakat harus ada. Aspirasi dari mereka juga perlu didengar. Jadi jangan maunya sendiri, kan kira-kira begitu," kata dia.

Sultan memastikan penetapan warisan budaya dunia oleh UNESCO tidak serta-merta melarang aktivitas pembangunan di sepanjang kawasan itu.

Hanya saja, menurut dia, apabila lokasi pembangunan masuk dalam bagian Sumbu Filosofi, dimungkinkan ada pembatasan sesuai dengan rekomendasi. "Jadi tetap boleh membangun," ucap Sultan.

Sebelumnya, UNESCO menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia pada Sidang ke-45 Komite Warisan Dunia atau WHC di Riyadh, Arab Saudi, Senin (18/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.