Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Bulog Sumut Berupaya Serap Beras Panen Petani Meski Harga Tinggi

📅 Jumat, 15 Sep 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Bulog Sumut Berupaya Serap Beras Panen Petani Meski Harga Tinggi Doc: ANTARA/Michael Siahaan
Ket. Arsip Foto - Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arif Mandu saat memberikan keterangan mengenai antisipasi El Nino, di kantornya, Medan, Jumat (12/5/2023).

Medan - Gerak cepat, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara (Sumut) Arif Mandu mengatakan, pihaknya tetap berupaya menyerap beras hasil panen petani di wilayahnya pada September 2023 meski harganya masih tinggi.

"Kalau untuk beras PSO (beras pemerintah untuk pelayanan masyarakat, Red) sulit karena harganya tinggi. Kalau begitu, kami paling menyerapnya dengan harga komersial," ujar Arif, di Medan, Kamis.

Dia menyatakan, untuk beras PSO(public serviceobligation), Bulog hanya mampu membeli beras dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp9.950 per kilogram.

Akan tetapi, di lapangan, Arif menyebut petani menjual beras dengan harga mencapai lebih dari Rp11.000 per kilogram.

"Kami susah menyerapnya kalau sudah begitu," kata dia lagi.

Jika sudah begitu, Bulog Sumut akan membelinya dengan harga komersial yang disesuaikan kondisi pasar.

"Untuk harganya, kami membelinya sepanjang tidak rugi," ujar Arif.

Dari awal Januari sampai Kamis (14/9), Perum Bulog Sumut menyerap sekitar 350 ton beras PSO dari petani, dari target 650 ton, sementara beras komersial sudah terserap 3.700-an ton. Adapun target keseluruhan serapan beras Bulog Sumut dari petani pada tahun 2023 adalah 27 ribu ton.

Pada September 2023, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumutmenyatakan, Sumut akan memanen hasil padi yang ditanam pada Juni 2023.

Dinas tersebut mencatat, total realisasi tanam padi pada Juni 2023 seluas 69.303 hektare.

Mereka memprediksi, setiap hektare sawah akan menghasilkan 5,2 ton gabah kering panen (GKP), sehingga GKP total keseluruhan menjadi 360.375 ton. Dengan asumsi 60 persen dari GKP menjadi beras setelah diolah, maka jumlah beras Sumut pada September 2023 sekitar 216 ribu ton.

Meski begitu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura SumutMuhammad Juwaini merasa maklum jika Bulog Sumut menghadapi tantangan dalam menyerap beras dari petani.

Tingginya harga beras, Juwaini menjelaskan, tidak terlepas dari naiknya harga GKP Sumut yakni rata-rata Rp6.007 per kilogram untuk GKP di tingkat petani dan Rp6.162 per kilogram di tingkat penggilingan.

Padahal, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk GKP di petani yaitu Rp5.000 per kilogram dan di penggilingan Rp5.100 per kilogram.

Juwaini menilai, situasi tersebut terjadi karena fenomena El Nino yang membuat produksi gabah dan beras di beberapa wilayah Indonesia berkurang drastis.

"Jadi memang susah bagi Bulog membelinya," ujar dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.