Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perhutani Tutup Jalur Pendakian di Jawa Timur Antisipasi Kebakaran

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 16:05 WIB | Oleh:
Perhutani Tutup Jalur Pendakian di Jawa Timur Antisipasi Kebakaran Doc: ANTARA/HO Perhutani Jatim
Ket. Sejumlah pendaki menggunakan jalur pendakian gunung yang dikelola oleh Perhutani Jatim.

SURABAYA -- Perhutani Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) menutup sejumlah jalur pendakian yang dikelola untuk sementara waktu, mengingat musim kemarau yang menyebabkan terjadinya kebakaran di beberapa kawasan hutan.

"Tidak semua jalur pendakian gunung dikelola oleh Perhutani. Namun, kami menginstruksikan agar jalur pendakian seperti Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Gunung Penanggungan, Gunung Butak, Gunung Kelud, dan gunung lainnya yang masuk dalam pengelolaan hutan Perhutani di Jawa Timur agar ditutup sementara," ujar Kepala Perhutani Divre Jatim Amas Wijaya dalam keterangannya di Surabaya, Selasa.

Ia mengatakan pemberitahuan itu juga disampaikan melalui surat edaran Kepala Perhutani Divre Jatim kepada segenap Administratur sebagai pemangku wilayah kawasan hutan Nomor 1397/058.4/DIVRE JATIM/2023 tanggal 8 September 2023, perihal Instruksi Penutupan Jalur Pendakian Gunung.

Menurut Amas instruksi penutupan jalur pendakian tersebut dilakukan sebagai tindakan preventif guna mengantisipasi terjadinya korban di kalangan pendaki, mengingat musim kemarau ini rentan terjadi kebakaran hutan.

"Kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah ini menjadi alasan utama untuk menutup semua jalur pendakian di wilayah kerja Perhutani Divre Jatim," kata Amas.

Menyikapi terjadinya kebakaran hutan, dia menegaskan kepada jajaran di bawahnya sebagai pemangku kawasan hutan untuk siap siaga dalam rangka pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan.

Amas meminta jajarannya terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, baik dengan Pemerintah Kabupaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta tokoh masyarakat lainnya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih melakukan interaksi di dalam kawasan hutan untuk memperhatikan hal-hal yang bisa menyulut terjadinya titik api. Sekecil apapun titik api itu bisa berdampak kebakaran yang sulit untuk dipadamkan, apalagi jika terjadi pada lereng-lereng perbukitan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.