Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan ‘Link and Match’ Dinilai tidak Tepat untuk Perguruan Tinggi, Kenapa?

📅 Senin, 11 Sep 2023, 13:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan ‘Link and Match’ Dinilai tidak Tepat untuk Perguruan Tinggi, Kenapa? Doc: ugm.ac.id
Ket. Ilustrasi - Wisudawan Program Sarjana dan Diploma Universitas Gajah Mada (UGM) pada 24-25 Agustus 2022.

Yogie Pranowo, Universitas Multimedia Nusantara

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggalakkan program Kampus Merdeka dengan semangat link and match untuk mengatasi kesenjangan antara kualifikasi pendidikan dan tuntutan industri.

Link and match adalah kebijakan Kemendikbudristek yang dikembangkan untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja, usaha serta industri.

Salah satunya melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilannya yang komprehensif guna mempersiapkan karirnya kelak.

Namun, kebijakan yang berorientasi pada kesiapan kerja tersebut kurang tepat jika diterapkan pada perguruan tinggi. Link and Match di program Kampus Merdeka lebih cocok untuk pendidikan vokasi. Mengapa?

1. Perguruan tinggi berorientasi teori

Perguruan tinggi memiliki perbedaan mendasar dengan pendidikan vokasi. Perguruan tinggi umumnya memiliki orientasi yang lebih luas dan teoritis, menyediakan berbagai program studi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti ilmu sosial, humaniora, sains, dan seni.

Menurut Sri Shanti Ariani, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Kamal NW Kembang Kerang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), perguruan tinggi memiliki fokus yang lebih luas dari pendidikan vokasi, yakni membantu setiap individu tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih bijaksana, penuh empati, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia sekitarnya.

Proses pendidikan di perguruan tinggi bertujuan meningkatkan kemampuan refleksi seseorang dalam melihat berbagai persoalan hidup. Hal ini mengisyaratkan bahwa manusia tidak hanya menjalani hidup secara mekanis, tetapi juga memberi arti pada pengalaman-pengalamannya tersebut.

Selain itu, proses pendidikan di perguruan tinggi dapat membantu seseorang memahami bahwa apa yang kita pelajari dan alami tidak hanya berdampak pada diri kita sendiri, tetapi juga pada orang lain.

Sehingga, proses pendidikan di perguruan tinggi melibatkan pendalaman pemahaman dengan cara yang lebih sistematis dan dinamis.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Permendikbudristek no 53 tahun 2023 pasal 9 ayat e yang menyebutkan bahwa kompetensi utama lulusan seorang sarjana adalah ia harus menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan secara umum dan khusus untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan lingkup pekerjaannya.

2. Kebutuhan industri adalah orientasi pendidikan vokasi

Dalam Peraturan Presiden nomor 68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, disebutkan di dalam Bab III, pasal 8 ayat 1 bahwa prinsip dasar penyelenggaraan dan pendidikan vokasi berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, berbasis kompetensi dan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.