Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Perlu Atasi Empat Isu Krusial

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Perlu Atasi Empat Isu Krusial Doc: KORAN JAKARTA/M. FACHRI
Ket. JAGA STABILITAS KEUANGAN | Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa (tengah), Wakil Ketua LPS Lana Soelistianingsih (kiri) dan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Didik Mardiyono berbincang sebelum memberikan keterangan terkait Penyelenggaraan Bloomberg CEO Forum di sela sela KTT Asean di Jakarta, Rabu (6/9). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong Asean mempertimbangkan aspek lingkungan dalam pembangunan dan senantiasa menjaga kondisi stabilitas sistem keuangan.

JAKARTA - Asean perlu menangani empat isu krusial untuk mampu mewujudkan visi menjadi salah satu kekuatan ekonomi di dunia (economic powerhouse). Empat isu tersebut meliputi pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi, lingkungan berkelanjutan dan penguatan sistem keuangan.

"Untuk merealisasikan visi Asean tersebut, terdapat beberapa aspek yang kita perlu diperkuat, yaitu pengembangan infrastruktur serta adopsi inovasi dan teknologi di berbagai bidang," kata Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Bloomberg CEO Forum 2023 di Jakarta, Rabu (6/9).

Selain itu, Asean juga perlu mempertimbangkan aspek lingkungan dalam pembangunan dan senantiasa menjaga kondisi stabilitas sistem keuangan. Dalam forum tersebut, Purbaya menyoroti dua isu yang cukup baru namun penting untuk didiskusikan.

Dia menjelaskan isu lingkungan dalam pembangunan menjadi salah satu tema yang dibahas dalam forum. Menurutnya, isu mengenai energi hijau dan transisi energi harus terus menjadi fokus Pemerintah Indonesia, maupun negara-negara anggota Asean, dan LPS.

LPS memberikan sorotan terhadap isu lingkungan agar isu tersebut menjadi topik sehari-hari sehingga dapat memberikan solusi nyata untuk mendukung pembangunan Asean. Isu lain yang menjadi fokus pembahasan dalam Bloomberg CEO Forum 2023 adalah penguatan sistem keuangan melalui implementasi Undang-Undang Penguatan dan Pengembangan Sistem Keuangan (UU P2SK).

Purbaya menyampaikan LPS sangat serius untuk menjalankan amanat itu. Dia menyebutkan berdasarkan Asian Economic Integration Report, gabungan produk domestik bruto (PDB) Asia telah melebihi 3,6 miliar dollar AS pada 2022, serta total share value berada di kisaran 3,8 miliar dollar AS pada 2022.

Tingkatkan Layanan

Dalam kesempatan sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Lana Soelistianingsih menegaskan LPS berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan membuka Kantor Perwakilan (Kanwil) di beberapa daerah. Pada 2024, LPS menargetkan beroperasinya beberapa Kanwil yakni Kanwil Sumatera Utara di Medan, Kanwil Jawa Timur di Surabaya, dan Kanwil Sulawesi Selatan di Makassar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.