Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan Bom di Perbatasan Myanmar Tewaskan 5 Pejabat dan Polisi

📅 Senin, 04 Sep 2023, 15:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serangan Bom di Perbatasan Myanmar Tewaskan 5 Pejabat dan Polisi Doc: Radio Free Asia
Ket. Polisi memeriksa puing-puing ledakan bom di sebuah bank di Lashio di negara bagian Shan, Myanmar timur laut pada 21 Februari 2018.

YANGON - Serangan bom di kompleks pemerintah Myanmar di Myawady menewaskan lima pejabat pemerintah dan keamanan serta melukai 11 polisi, kata beberapa sumber kepada AFP, Senin (4/9).

Di kota di perbatasan dengan Thailand ini telah terjadi bentrokan sporadis antara militer dan pejuang anti-junta sejak kudeta 2021 yang menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan.

Minggu (3/9) dini hari, dua bom jatuh ke dalam kompleks perkantoran yang berisi kantor polisi distrik dan kantor administrasi umum, kata sumber militer kepada AFP.

Ketika para pejabat mengambil "langkah-langkah keamanan" setelah ledakan, dua bom lainnya dijatuhkan, menewaskan lima orang dan melukai 11 orang, kata mereka yang meminta tidak disebutkan namanya karena tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Korban tewas antara lain seorang perwira militer, dua petugas polisi, dan dua pejabat dari departemen administrasi, kata mereka.

Sebelas petugas polisi "junior dan senior" terluka, lima orang dalam kondisi kritis, kata mereka.

Sumber kepolisian setempat yang juga meminta namanya dirahasiakan membenarkan jumlah insiden dan korban jiwa.

Tidak ada sumber yang menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Junta mengatakan "beberapa anggota keamanan dan staf pemerintah" terluka dalam serangan itu, tanpa menyebutkan jumlah korbannya.

Mereka menyalahkan "Pasukan Pertahanan Rakyat" anti-kudeta (PDF) dan Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA), sebuah kelompok pemberontak etnis yang telah melawan militer selama beberapa dekade.

Pejuang anti-junta yang berjuang membatalkan kudeta yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi telah menggunakan drone komersial untuk memata-matai dan juga sebagai alat menjatuhkan bom.

Seorang warga Myawady yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada AFP mereka mendengar dua ledakan di kota itu, yang berbatasan dengan provinsi Tak, Thailand, pada Minggu malam.

Sejak kudeta, kelompok KNLA dan PDF telah bentrok secara sporadis dengan militer di kota Myawady dan sekitarnya di negara bagian Karen, menyebabkan puluhan ribu orang melarikan diri ke Thailand.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.