Jakarta Wariskan Dua Budaya Tak Benda
📅 Senin, 04 Sep 2023, 06:20 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: istimewa
JAKARTA - Gamelan Ajeng dan Dangdut menjadi kearifan lokal DKI Jakarta, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, mengatakan penetapan tersebut menjadi tonggak bersejarah bagi Provinsi DKI Jakarta. Hal itu juga mengukuhkan komitmen dalam melestarikan kekayaan budaya.
"Dinas Kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya DKI Jakarta untuk generasi masa depan. Kami menerima penghargaan ini dengan rasa bangga sebagai pengakuan terhadap upaya dan dedikasi dalam melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya," ujar Iwan dikutip jakartagoid, Sabtu (2/9) malam.
Iwan menjelaskan pengumuman Dangdut dan Gamelan Ajeng sebagai Warisan Budaya Takbenda secara resmi diumumkan Tim Ahli WBTbIndonesia pada Kamis (31/8) lalu. "Penetapan dilakukan setelah melalui tahapan Sidang WBTb Tahun 2023 yang berlangsung pada 28 sampai 31 Agustus 2023," terangnya.
Iwan menambahkan, penetapan Dangdut dan Gamelan Ajeng sebagai WBTb merupakan prestasi gemilang bagi Provinsi DKI Jakarta. "Sejak tahun 2013 hingga 2023, Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan telah berhasil mendapatkan penetapan WBTb sebanyak 77 karya budaya dari Kemdikbudristek," bebernya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Fariz, berharap dengan penetapan ini seluruh pemerintah daerah akan menjadikan WBTb sebagai bagian dari kurikulum sekolah-sekolah. "Ini akan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan budaya yang kaya di Indonesia," tandasnya.
Untuk diketahui, acara pengumuman dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dalam dunia kebudayaan, seperti Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek RI, Hilmar Fariz. Hadir juga Direktur Perlindungan Kebudayaan, Yudi Wahjudin. Lalu Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana. Tak lupa perwakilan dari 31 provinsi.
Dia berharap penetapan ini menjadi bagian pelestarian budaya domestik yang makin tergerus budaya asing. Memang sangat disayangkan budaya asing jauh digandrungi warga daripada kultur sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Dinas Kebudayaan DKI, Gamelan Ajeng merupakan salah satu musikfolklorik(jenis musik yang khas, mendayu, ringan disertai lirik puitis) di wilayah Betawi. Gamelan Ajeng Betawi, dipengaruhi oleh unsur budaya Jawa, Sunda, Bali, Tionghoa, dan Melayu.
Berdasarkan buku Kongres Kebudayaan Betawi terbitan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta (2011), musik gamelan ini dimainkan bersama-sama, juga digunakan untuk mengiringi pertunjukan topeng serta tari-tarian. Tentu juga sebagai pengiring lagu-lagu Betawi.
Alat musik Gamelan Ajeng terdiri dari sebuah kromong sepuluh pencon, sebuah terompet, gendang (dua gendang besar dan dua kulanter), dua buah saron, sebuah bende, sebuah cemes, dan sebuah kecrek).wid/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!