Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR: Program Cek Kesehatan Gratis Harus Merata hingga Daerah 3T

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 08:22 WIB | Oleh:
DPR: Program Cek Kesehatan Gratis Harus Merata hingga Daerah 3T Doc: antara foto
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris mengingatkan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar segera memastikan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilakukan secara merata hingga menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

“Program CKG memang menjangkau 10,7 juta orang, tapi sebagian besar terkonsentrasi di Jawa. Pemerintah perlu memperkuat akses layanan di wilayah timur dan daerah 3T. Pemerataan adalah kunci,” kata Haris dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (11/7).

Hal itu disampaikan Haris secara langsung kepada Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja Komisi IX yang digelar secara tertutup pada Rabu (9/7).

Haris mendorong Kementerian Kesehatan agar mempercepat implementasi transformasi sistem kesehatan, termasuk pemanfaatan teknologi melalui aplikasi SATU SEHAT dan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) serta penuntasan pembangunan RSUD di berbagai daerah.

Ia menyampaikan bahwa Komisi IX DPR sebagai mitra Kemenkes akan terus mengawal agar pemanfaatan anggaran dan kebijakan kesehatan benar-benar dirasakan oleh segenap masyarakat Indonesia.

“Kami di Komisi IX akan terus mengawal anggaran dan kebijakan kesehatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat, bukan hanya berhenti pada laporan kinerja,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 8,2 juta orang yang sudah memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis dan sebanyak 8,7 juta orang mendaftarkan diri untuk fasilitas itu sejak diluncurkannya pada 10 Februari 2025.

Ia menyampaikan terdapat tiga provinsi yang mencatatkan cakupan CKG terbanyak, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Dalam CKG lebih banyak perempuan yang ikut dibandingkan laki-laki.

Dia menjelaskan bahwa sejumlah penyakit yang banyak ditemukan, yang pertama yakni masalah gigi, kedua adalah hipertensi, ketiga diabetes dan yang keempat adalah obesitas.

Menkes juga menekankan kepada publik tidak perlu khawatir apabila menemukan risiko penyakit stroke, jantung atau ginjal, karena publik bisa mengakses pelayanan kesehatan untuk menindaklanjutinya, selama kepesertaan BPJS Kesehatannya aktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.