Jokowi Sebut Perubahan Iklim Kian Menakutkan
📅 Jumat, 01 Sep 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antaranews
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada semua pihak bahwa rivalitas dan situasi geopolitik saat ini semakin memanas dan menjadi salah satu tantangan setiap negara.
Demikian disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Pembukaan Mahasabha XIII Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) 2023 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (30/8) kemarin.
"Tantangan dunia ini tidaklah mudah. Rivalitas dan geopolitik juga begitu, tidak semakin mereda tapi semakin meningkat, memanas," kata Jokowi.
Presiden Jokowi mengatakan memanasnya rivalitas dan geopolitik tidak hanya terjadi di kawasan di barat, perang Russia dan Ukraina, tetapi juga situasi di dekat Indonesia.
Presiden mengatakan yang tidak kalah menakutkan adalah perubahan iklim yang sekarang mulai dirasakan hampir semua negara. "Yang biasanya dingin jadi panas, yang biasanya panas menjadi lebih panas. Gelombang panas, super El Nino, sebuah hal yang harus kita sikapi dengan bijak," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait perubahan iklim ini, Presiden menyampaikan bahwa dalam ajaran Hindu ada yang disebut Tri Hita Karana salah satunya adalah palemahan yakni hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
Menurut Presiden, hal itu sering dilupakan dalam kehidupan modern. Banyak orang berpikir seolah-olah alam baik-baik saja. "Tahu-tahu datang gelombang panas di hampir sebagian negara di dunia. Oleh sebab itu kita semuanya sekarang ini hampir semuanya dihantui yang namanya perubahan iklim. Semuanya," kata Jokowi.
Oleh sebab itu dia menekankan pentingnya penerapan ekonomi hijau. Menurutnya semua negara saat ini berbondong-bondong berusaha masuk kepada penerapan ekonomi hijau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menekankan ekonomi hijau menjadi tantangan sekaligus peluang yang mesti diwujudkan, termasuk juga mengenai hilirisasi di berbagai sektor.
Jabatan Presiden
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga sempat menyampaikan bahwa jabatan presiden tiga periode tidak diperbolehkan konstitusi.
Hal itu diutarakan Joko Widodo saat mendengar harapan seorang mahasiswi peserta Mahasabha KMHDI bernama Tirsya Riyani yang berharap Presiden Widodo bisa menjabat tiga periode. Awalnya, Tirsya pada kesempatan itu terpilih untuk maju menjawab pertanyaan yang diajukan Jokowi tentang "jauh di mata dekat di hati."
Setelah maju ke atas panggung, mahasiswi tersebut ternyata belum menyiapkan jawaban atas pertanyaan Presiden Jokowi.
"Tadi tunjuk-tunjuk gini apa tadi?" tanya Presiden Jokowi ketika mendapati Tirsya belum menyiapkan jawaban. "Mau dekat-dekat saya saja ini," kata Presiden lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!