Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkat Polusi di Tiongkok pada Tahun 2021 Turun 42 Persen Dibandingkan 2013

📅 Kamis, 31 Agu 2023, 00:55 WIB | Oleh:
Tingkat Polusi di Tiongkok pada Tahun 2021 Turun 42 Persen Dibandingkan 2013 Doc: Istimewa
Ket. Suasana Beijjng yang sangat tercemar di pada 22 Desember 2015.

BEIJING - Sepuluh tahun yang lalu, ibu kota Tiongkok, Beijing sering kali diselimuti kabut asap tebal berwarna kuning dan abu-abu, sangat tebal hingga menutupi hampir semua hal dari pandangan.

Orang-orang mengunci jendela, mengenakan masker dan menyalakan alat pembersih udara di tempat tinggi untuk menghindari apa yang dikenal sebagai "kiamat udara" di Beijing.

Dilansir oleh Cable News Network (CNN), saat itu kualitas udara sangat buruk, dan menjadi terkenal secara global, sehingga para pemimpin Tiongkok melancarkan "perang melawan polusi" bernilai miliaran dollar AS.

Menurut sebuah laporan baru yang dirilis pada Selasa (29/8), satu dekade kemudian, upaya tersebut membuahkan hasil. Tingkat polusi di Tiongkok pada 2021 telah turun 42 persen dibandingkan 2013, menjadikannya kisah sukses yang jarang terjadi di kawasan ini, di mana polusi semakin parah di beberapa wilayah, termasuk Asia Selatan.

Laporan Indeks Kualitas Hidup Udara tahunan, yang dihasilkan oleh Institut Kebijakan Energi di Universitas Chicago, memuji hasil itu sebagai "keberhasilan luar biasa Tiongkok dalam memerangi polusi".

Tingkat polusi secara global telah sedikit menurun dari tahun 2013 hingga 2021, sepenuhnya disebabkan oleh kemajuan Tiongkok.

"Tanpa perbaikan yang dilakukan Tiongkok, rata-rata polusi dunia akan meningkat," bunyi laporan tersebut.

"Peningkatan ini berarti umur rata-rata warga Tiongkok kini 2,2 tahun lebih panjang," katanya.

Kota-kota di Tiongkok dulunya mendominasi peringkat global dalam hal kualitas udara terburuk di dunia, meskipun beberapa kota masih masuk dalam daftar tersebut, dalam banyak kasus kota-kota tersebut telah diambil alih oleh kota-kota di Asia Selatan dan Timur Tengah.

Pada 2021, Beijing mencatat kualitas udara bulanan terbaiknya sejak pencatatan dimulai pada 2013. "'Beijing biru secara bertahap telah menjadi kondisi normal baru," kata menteri lingkungan hidup negara tersebut pada saat itu.

Dari 'Kiamat Udara' Hingga Langit Biru

Perjuangan Beijing untuk mendapatkan udara yang lebih bersih merupakan kemenangan langka bagi perbedaan pendapat masyarakat. Namun, laporan tersebut memperingatkan, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan karena Tiongkok masih menjadi negara paling tercemar ke-13 di dunia.

Dan polusi partikulat di Beijing, polutan kecil namun sangat berbahaya yang dapat menghindari pertahanan tubuh manusia, masih 40 persen lebih tinggi dibandingkan di wilayah paling tercemar di Amerika Serikat.

"Meskipun tingkat polusi partikulat di Tiongkok berada dalam standar nasional, namun angka tersebut "jauh melebihi" pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," kata laporan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.