Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nilai Tambah Manufaktur Terus Digenjot

📅 Rabu, 30 Agu 2023, 08:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nilai Tambah Manufaktur Terus Digenjot Doc: istimewa

SOLO - Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai tambah dari sektor manufaktur untuk memperkuat daya saing sehingga dapat memicu efek berantai ke sektor lain. Saat ini, industri pengolahan atau manufaktur menjadi sektor penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi.

"Sektor perdagangan akibat manufaktur tinggi, dengan demikian kami selalu mendorong sektor manufaktur ini mempunyai nilai tambah," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan Indonesia Industrial Summit 2023 di UNS Tower Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/8).

Dia mengatakan secara umum kondisi purchase manager index (PMI) di Indonesia di atas 50 yang mengindikasikan adanya ekspansi kinerja. Bahkan bulan lalu PMI Indonesia mencapai 53,3.

"Ini salah satu yang tertinggi di kawasan Asean. Bahkan lebih tinggi dari negara maju seperti Amerika, Jepang, dan lain-lain," katanya.

Dia mengatakan kenaikan tersebut salah satunya merupakan kontribusi dari sektor industri yang mendekati 18 persen. Momentum tersebut harus dijaga. "Kita tahu sektor industri dalam situasi Covid-19, Indonesia berhasil menjaga supply chain, sehingga optimisme industri terlihat dari purchase manager index," katanya.

Untuk menjaga capaian tersebut, pemerintah akan terus meningkatkan hilirisasi. Hilirisasi tidak hanya dilakukan pada komoditas baja tetapi juga yang lain, termasuk juga bahan baku silika yang bisa jadi potensi untuk industri fotovoltaik atau energi terbarukan.

Sementara itu, transformasi industri yang dilakukan melalui hilirisasi juga berhasil memacu pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti beberapa wilayah yang merupakan pusat industri hilirisasi sumber daya alam khususnya mineral dan logam, yakni Sulawesi, Maluku, Papua, dan Kalimantan.

Empat daerah ini mengalami pertumbuhan positif ekonomi. Pihaknya mencatat Sulawesi tumbuh 6,64 persen secara yoy, disusul Maluku dan Papua yakni 6,35 persen yoy, serta Kalimantan yaitu 5,56 persen yoy. "Ini menjadi bukti bahwa hilirisasi mampu meningkatkan PDRB daerah, ekspor, investasi, maupun penyediaan lapangan kerja," katanya.

Kontribusi Terbesar

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan atau manufaktur berkontribusi sebesar 0,98 persen bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023.

"Pertumbuhan ekonomi secara tahunan atau year-on-year sebesar 5,17 persen, sebetulnya 0,98 persen dari 5,17 persen itu disumbangkan oleh manufaktur," kata Deputi Bidang Neraca dan Analis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers rilis BPS di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.