Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vietnam Berupaya Berantas Pembajakan dan Pemalsuan

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 02:30 WIB | Oleh:
Vietnam Berupaya Berantas Pembajakan dan Pemalsuan Doc: AFP/Nhac NGUYEN
Ket. Seorang pria menjaga sebuah toko sepatu di kawasan Kota Tua Hanoi, Vietnam, pada Juli lalu. Pada Selasa (5/5) pemerintah Vietnam memerintahkan penindakan baru terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual, menargetkan pembajakan dan pemalsuan setelah AS mengancam akan meluncurkan investigasi terkait tarif baru.

HANOI - Vietnam telah memerintahkan penindakan baru terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual, menargetkan pembajakan dan pemalsuan setelah Amerika Serikat (AS) memasukkan negara di Asia tenggara itu ke dalam daftar prioritas karena rekam jejak buruk kekayaan intelektualnya.

“Perdana Menteri Le Minh Hung mengarahkan pihak berwenang untuk meluncurkan operasi nasional, memobilisasi sumber daya, dan segera menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memerangi, mencegah, dan menangani pelanggaran kekayaan intelektual,” demikian bunyi perintah yang diposting Selasa (5/5) di situs web pemerintah.

PM Le pu mengatakan kementerian harus meningkatkan jumlah kasus pelanggaran kekayaan intelektual yang ditangani sebesar 20 persen bulan ini, dibandingkan dengan Mei tahun lalu.

AS pekan lalu memasukkan Vietnam sebagai negara asing prioritas dalam laporan tahunan hak kekayaan intelektual, status yang diperuntukkan bagi negara-negara dengan tindakan, kebijakan, dan praktik terkait kekayaan intelektual yang paling buruk dan berdampak paling merugikan pada produk-produk AS yang relevan, menurut kantor Perwakilan Dagang AS.

Washington DC menyatakan akan memutuskan apakah akan meluncurkan investigasi tarif baru dalam waktu 30 hari setelah publikasi laporan tersebut.

Vietnam memerintahkan tindakan serupa tahun lalu, setelah Presiden AS, Donald Trump, mengejutkan mitra dagang utamanya tersebut dengan bea masuk sebesar 46 persen. Ketika Trump mengumumkan tarif tersebut pada April 2025, Vietnam memiliki surplus perdagangan terbesar ketiga dengan AS setelah Tiongkok dan Meksiko, dan menjadi sasaran salah satu tarif tertinggi dalam serangan tarif Trump.

Namun pada bulan Juli, Hanoi mendapatkan kesepakatan tarif minimum 20 persen dengan AS sebagai imbalan atas pembukaan pasarnya untuk produk-produk AS termasuk mobil. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

59 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...
Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...
Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.