Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS: Perilaku Agresif Tiongkok di LTS Harus Dipertanyakan

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 02:59 WIB | Oleh:
AS: Perilaku Agresif Tiongkok di LTS Harus Dipertanyakan Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Perilaku Agresif I Sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok (kiri) melintas dekat BRP Sierra Madre, sebuah kapal perang milik Filipina yang sengaja dikandaskan di perairan dangkal di LTS beberapa waktu lalu. Komandan Armada Ketujuh Angkatan Laut AS pada Minggu (27/8) menyatakan bahwa perilaku agresif Tiongkok di LTS, harus dipertanyakan dan diselidiki.

MANILA - Komandan Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), Laksamana Muda Karl Thomas, pada Minggu (27/8) menyatakan bahwa perilaku agresif Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan (LTS), termasuk penggunaan meriam air oleh penjaga pantainya terhadap kapal Filipina, harus dipertanyakan dan diselidiki.

Dalam pernyataannya itu, Thomas pun berupaya meyakinkan Filipina bahwa AS senantiasa akan mendukung negara itu dalam menghadapi "tantangan bersama" di wilayah tersebut.

"Pasukan saya ada di sini karena suatu alasan," kata Thomas.

Armada Ketujuh AL adalah armada terbesar yang dikerahkan AS di garis depan dan armada ini bermarkas di Jepang. Armada AL ini mengoperasikan sebanyak 70 kapal, memiliki sekitar 150 pesawat dan lebih dari 27.000 pelaut.

Armada ini beroperasi di area seluas 124 juta kilometer persegi yang meliputi wilayah dari pangkalan di Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

"Anda harus menantang orang-orang yang menurut saya beroperasi di zona abu-abu. Ketika mereka berlaku secara berlebihan dan mendesak Anda, maka Anda harus melawan, Anda harus berlayar dan beroperasi," kata Laksamana Thomas.

"Tidak ada contoh perilaku agresif yang lebih baik daripada aktivitas yang terjadi pada tanggal 5 Agustus di perairan dangkal tersebut," imbuh dia.

Pada 5 Agustus lalu, sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok menggunakan meriam air terhadap kapal Filipina yang membawa perbekalan untuk pasukan yang ditempatkan di atas sebuah kapal perang milik Filipina yang sengaja dikandaskan di perairan dangkal di LTS.

Laksamana Thomas mengatakan bahwa ia telah membahas insiden tersebut dengan Laksamana Muda Alberto Carlos, Kepala Komando Armada Barat Filipina, yang mencakup LTS, untuk memahami apa saja tantangan yang dihadapinya sehingga dapat menemukan cara untuk membantunya.

"Kami tentu saja berbagi info soal tantangan. Jadi saya ingin lebih memahami bagaimana dia memandang operasi yang menjadi tanggung jawabnya. Dan saya ingin memastikan bahwa dia memahami apa yang saya miliki," kata Laksamana Thomas yang berada di Manila untuk sebuah kunjungan resmi.

Sehari sebelumnya, Laksamana Thomas mengatakan bahwa ia turut serta dalam sebuah penerbangan dari Manila untuk memeriksa dan menyaksikan sendiri situasi di LTS.

Filipina memenangkan putusan arbitrase internasional melawan Tiongkok pada tahun 2016, setelah pengadilan mengatakan klaim kedaulatan Beijing atas sebagian besar LTS tidak memiliki dasar hukum.

Saat ini Tiongkok telah membangun pulau-pulau buatan yang dimiliterisasi di LTS dan klaim kedaulatan bersejarahnya tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

Gerombolan Kapal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.