Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelatihan yang Cocok bagi Guru di Era Kurikulum Merdeka

📅 Senin, 28 Agu 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

2. Pendidikan calon guru yang fokus pada cara bertanya

Dalam dunia pendidikan, para pemikir sudah membahas pengajaran interaktif sejak berabad silam. Filsuf Yunani Socrates, misalnya, menyatakan bahwa mengajar itu merupakan seni mengajukan pertanyaan. Penelitian dari Patrícia Albergaria-Almeida, peneliti dari Universitas Aveiro, Portugal, terhadap calon guru, juga menunjukkan bahwa kemampuan guru mengajukan pertanyaan akan memengaruhi bagaimana murid bertanya dan berpikir.

Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Ahmadi dan Eri Kurniawa,), melakukan penelitian untuk mengetahui jenis-jenis pertanyaan yang cenderung diajukan oleh guru di salah satu lembaga pendidikan guru di Ponorogo, Jawa Timur. Penelitian mereka menunjukkan bahwa guru menghabiskan 73,8% pertanyaan pengingat, 17,8% pemahaman, 5,9% analisis, dan 2,9% evaluasi. Artinya, pertanyaan yang diajukan guru didominasi kemampuan berpikir tingkat rendah, yaitu mengingat.

Karakteristik guru juga memengaruhi teknik bertanya mereka. Stephen Joseph, profesor kurikulum & instruksi dari Universitas Trinidad dan Tobago pada tahun 2018, menemukan bahwa memperkenalkan teknik bertanya dalam kurikulum pendidikan calon guru akan lebih efektif dibandingkan memberikan pelatihan kepada guru yang sudah menjabat. Hal ini karena teknik bertanya yang efektif tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat.

Sebaiknya Anda baca juga:

Berkaca dari pentingnya seni bertanya untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif sesuai konsep Kurikulum Merdeka, maka lembaga pendidikan guru perlu mengajarkan teknik bertanya secara terprogram dalam proses pendidikan para calon guru.

Pentingnya dukungan koheren sejak awal

Apabila kapasitas sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik, tidak mendukung otonomi yang berorientasi akademik seperti gagasan Kurikulum Merdeka, maka hal tersebut dapat menciptakan dampak negatif terhadap nilai murid seperti yang ditemukan dalam studi Hanushek yang disebutkan di awal.

Karena itu, kebijakan Merdeka Belajar yang membebaskan guru berinovasi perlu memastikan kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan interaktif.

Pemangku kepentingan pendidikan seperti pemerintah, dinas pendidikan dan kepala sekolah, perlu mendukung guru. Rangkaian dukungan terhadap guru dapat dimulai dari inisiatif dinas pendidikan untuk menciptakan kebijakan pelatihan yang sesuai kebutuhan guru mereka. Kemudian, selama dan setelah pelatihan, kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif agar guru dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan mengimplementasikannya di kelas.

Untuk menciptakan dukungan yang lebih koheren terhadap peningkatan kemampuan guru dan adanya keterbatasan pelatihan untuk guru yang menjabat, pemerintah perlu melakukan perubahan sejak sistem pendidikan calon guru. Dalam hal ini, konsep Kurikulum Merdeka harus menjadi landasan sistem pendidikan calon guru, sehingga tenaga pendidik akan memiliki kompetensi yang dibutuhkan ketika mengimplementasikan kurikulumnya.The Conversation

Syaikhu Usman, Peneliti Utama, SMERU Research Institute dan Asri Yusrina, Researcher, SMERU Research Institute

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.