Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pegiat Pendaki Gunung: Gunung Rorokoan jadi Ekowisata Baru di Kalsel

📅 Senin, 28 Agu 2023, 22:55 WIB | Oleh:
Pegiat Pendaki Gunung: Gunung Rorokoan jadi Ekowisata Baru di Kalsel Doc: ANTARA/Muhammad Fauzi Fadilah
Ket. Seorang pendaki berjalan menuju puncak Gunung Rorokoan, Loksado, Kalimantan Selatan.

TAPIN -- Ketua Pena Hijau Indonesia Denny S. Ainan mengatakan Gunung Rorokoan yang menyimpan hutan hujan ini memiliki potensi besar sebagai ekowisata baru di Kecamatan Loksado, Kalimantan Selatan.

"Jadi tak hanya Gunung Halau-Halau yang terkenal itu yang memiliki hutan hujan, di Gunung Rorokoan pun juga," ujarnya di Loksado, Senin.

Pengamatan itu didapatkannya saat menjalankan misi "Ekspedisi Meratus 2023" bersama para jurnalis pencinta lingkungan beserta mahasiswa dan masyarakat adat.

Lebih lanjut, Denny mengatakan Gunung Rorokoan ini layak menjadi pilihan para pendaki Nusantara sebagai salah satu tujuan petualangan di Kalimantan Selatan.

"Secara umum, kita lihat ekosistem hutan di Gunung Rorokoan ini masih bagus," ujarnya.

Penilaiannya itu mengacu pada temuan pacet/lintah, tanaman kantong semar, ular, burung enggang, elang, pohon raksasa hingga hamparan lumut di sepanjang jalur menuju puncak Gunung Rorokoan setinggi 1.284 MDPL.
"Adanya temuan selama dua hari di sana itu, bisa dijadikan sebagai parameter lingkungan. Ya, artinya masih bagus di Gunung Rorokoan ini," ujarnya.

Sedangkan di puncak, kata Denny, pendaki akan disuguhkan pemandangan alam yang syahdu, yakni hamparan Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan.

Letak geografis Gunung Rorokoan ini, sangat menguntungkan karena berada di wilayah wisata Loksado yang sudah terkenal di tingkat nasional bahkan internasional.

"Di Loksado, wisata ini bisa di jadikan sebagai wisata khusus. Saya rasa, turis-turis yang datang ke Loksado pasti bakal menyukai petualangan di sana," ungkapnya.

Menuju Gunung Rorokoan ini, harus merogoh kocek Rp300 ribu/hari untuk jasa guide dan parkir kendaraan roda dua Rp5.000 di Dusun Manakili, Desa Loklahung.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Syarifuddin mengatakan Gunung Rorokoan tersebut masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KPSN) Loksado.

"Kalau memang banyak potensi potensi yang bisa dikembangkan di situ (Gunung Rorokoan), sangat baik jadi menambah pilihan wisata," ujarnya dikonfirmasi Antara.

Wisata Gunung Rorokoan yang baru dibuka masyarakat ini, kata Syarifuddin, tak menutup kemungkinan jadi sasaran perhatian pemerintah daerah hingga pusat.

"Karena itu kawasan KSPN maka masuk dalam perhatian nasional," ujarnya.

Pengembangan wilayah KSPN Loksado ini, kata Syarifuddin, terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan pusat, tujuannya menguatkan sektor pariwisata menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.