Akses Terusan Panama Akan Terhambat Selama Setahun Akibat Dilanda Kekeringan
📅 Senin, 28 Agu 2023, 00:09 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPresiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, minggu ini juga merujuk pada situasi "khusus" yang dihadapi jalur air tersebut. "Kami menerapkan pembatasan di Panama seperti yang kami lakukan pada kesempatan lain, tetapi tidak benar bahwa Terusan Panama ditutup," kata Cortizo.
Kanal ini dibuka pada 1914 setelah proyek konstruksi monumental melewati hutan lebat dan pegunungan, dengan ribuan pekerja meninggal karena penyakit tropis, panas terik, dan hujan.
Sejak itu, lebih dari satu juta kapal telah transit melalui kanal tersebut, sehingga menghemat perjalanan panjang mereka di ujung Amerika Selatan.
"Kerugian besar yang dimiliki Terusan Panama sebagai jalur maritim adalah kami beroperasi dengan air tawar, sementara yang lain menggunakan air laut," kata administrator kanal, Ricaurte Vasquez, kepada AFP awal bulan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita harus mencari solusi lain agar tetap menjadi jalur perdagangan internasional yang relevan. Jika kita tidak beradaptasi, kita akan mati," ujarnya.
Karena pembatasan rancangan tersebut, beberapa kapal kontainer niaga terpaksa membongkar muatannya dan mengirim kapal yang lebih ringan melewati kanal, sementara barang melintasi Panama dengan kereta api sebelum dimuat ulang.
"Saat ini saya melihat situasinya masih bisa dikendalikan, namun kami harus menunjukkan kepada industri bahwa kami mengambil langkah pasti untuk mengatasi masalah air," kata mantan pengelola kanal, Jorge Quijano, Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bagi saya, itu adalah kuncinya, karena jika tidak, kita akan tersingkir dari bisnis ini," tukasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!