Kematian Prigozhin adalah Pesan Kekuatan dari Putin
📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 16:46 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
MOSKOW - Saat tersiar berita tentang dugaan kematian pemimpin tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny V. Prigozhin, tiba-tiba pencahayaan merah di panggung yang gelap tempat Presiden Rusia, Vladimir Putin, memimpin upacara peringatan Perang Dunia II, menyala.
Diapit oleh anggota militer berseragam, dia mengheningkan cipta sementara ketukan metronom terdengar, seperti detak jam yang lambat: Tock. Tok. Tok.
New York Times melaporkan, kombinasi yang mengerikan ini, laporan kematian orang yang melancarkan pemberontakan bersenjata pada Juni dan presiden Rusia yang mengirimkan pesan kekuatan militer negara tersebut, mungkin hanya terjadi secara kebetulan. Namun hal ini lebih menggarisbawahi gambaran dominasi kekuasaan yang ingin diproyeksikan oleh Putin, setelah 18 bulan melakukan invasi besar-besaran ke Ukraina.
Prigozhin adalah sosok yang sangat efektif, mengirim puluhan ribu pasukannya ke tengah-tengah pertempuran Bakhmut di Ukraina timur, mengikat pasukan Ukraina dalam prosesnya dan menghambat kemampuan Kyiv untuk melancarkan serangan balasan. "Troll Farm" Prigozhin (gerakan dunia maya) telah membantu Kremlin untuk mempengaruhi opini politik dalam pemilihan presiden AS 2016, sementara kerajaan tentara bayarannya membantu Rusia meluaskan pengaruhnya di Afrika dan Timur Tengah.
Namun dengan pemberontakannya pada Juni, Prigozhin mengancam sesuatu yang lebih sensitif: Putin sang pemegang kekuasaan. Setelah jatuhnya pesawat yang ditumpangi Prigozhin di Tver, Rusia, Moskow tampaknya mengirimkan pesan bahwa tidak ada tingkat efektivitas dan prestasi yang dapat melindungi seseorang dari hukuman karena melanggar kesetiaan Putin.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semua orang takut," ujar Konstantin Remchukov, editor surat kabar Moskow yang memiliki hubungan dengan Kremlin, mengatakan tentang reaksi kalangan elit Rusia terhadap kecelakaan pesawat Rabu yang menurut teori para pejabat Barat disebabkan oleh ledakan di pesawat. "Hanya saja semua orang melihat bahwa segala sesuatu mungkin terjadi."
Menurut Mikhail Vinogradov, analis politik Moskow, belum pernah ada orang yang begitu penting dalam pemerintahan Rusia yang tewas dengan dugaan pembunuhan yang disponsori negara.
"Ini adalah preseden yang agak keras," kata Vinogradov, seraya menambahkan bahwa Kremlin tampaknya tidak berbuat banyak untuk menghalangi pandangan Rusia bahwa pihaknya telah menyetujui pembunuhan Prigozhin. Lagi pula, jika para elit penguasa menyimpulkan bahwa salah satu pemain terkuat dalam sistem Putin telah dibunuh di luar keinginan Kremlin, hal ini akan mengirimkan sinyal yang menghancurkan mengenai hilangnya kendali Putin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dmitri S. Peskov, juru bicara Kremlin, mengatakan pada Jumat bahwa pernyataan pejabat asing bahwa Kremlin berada di balik kematian Prigozhin adalah "kebohongan mutlak."
Bagi sebagian orang, fakta bahwa Prigozhin mampu bertahan hidup selama dua bulan setelah melancarkan pemberontakan lebih mengejutkan daripada jatuhnya jet pribadi yang tengah melakukan perjalanan dari Moskow ke Saint Petersburg itu.
Sehari setelah jet Embraer Legacy 600 itu jatuh, New York Times menulis,
para pejabat AS yakin bahwa Presiden Putin telah memerintahkan pembunuhan terhadap Prigozhin, yang melakukan pemberontakan singkat terhadap otoritasnya pada Juni.
Analisis yang dilakukan oleh The New York Times terhadap data penerbangan dan video dari tragedi tersebut menunjukkan kemungkinan besar ada setidaknya satu peristiwa bencana di udara (ledakan) yang terjadi beberapa menit sebelum jet pribadi tersebut jatuh.
"Ledakan tersebut bisa saja disebabkan oleh bom atau alat lain yang ditanam di pesawat, meskipun teori lain, seperti bahan bakar palsu, juga sedang dieksplorasi," kata para pejabat yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya itu.
Menurut para ahli, jatuhnya pesawat secara drastis dan puing-puing tersebar dalam radius yang luas, menunjukkan adanya ledakan atau pecahnya pesawat secara tiba-tiba, bukan kerusakan mekanis. Video yang diunggaj di Telegram menunjukkan puing-puing pesawat di tiga lokasi yang membentang sejauh dua mil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!