Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keuangan Pembangunan DKI Cari Anggaran Pengolahan Sampah

📅 Rabu, 23 Agu 2023, 05:23 WIB | Oleh:
Keuangan Pembangunan DKI Cari Anggaran Pengolahan Sampah Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Pekerja memeriksa alat pres sampah di Jakarta Recycle Centre (JRC), Pesanggrahan, Jakarta, Kamis (20/7/2023).

JAKARTA - Rencana Pemprov DKI membangun tempat pengolahan sampah menjadibahan bakar (refuse derived fuel/RDFPlant) di Rorotan, Jakarta Utara, takkan mundur. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jakarta terus mengupayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayainya. Caranya dengan menunda program pembangunan nonprioritas.

Upaya tersebut dilakukan karena sebelumnya Pemprov berencana minjam dari BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar satu triliun. "Ya berarti kan harus dari kemampuan keuangan sendiri toh? Ya udah kita upayakan," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Joko Agus Setyono, di Jakarta, Selasa.

Joko menyebutkan Pemprov menjadikan pembangunan RDF Plant di Rorotansebagai program prioritas. Program lain bisa ditunda terlebih dulu pengerjaannya. "Paling program-program yang tidak prioritas kita geser dulu," ujar Joko.

Saat ini, Pemprov membuka kembali catatan untuk mencari program-program yang tidak terlalu penting. Anggarannya bisa digunakan untuk pembangunan RDF. Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, minta Pemprov mencari alternatif pendanaan untuk membangun RDF Plant.

"Saya mengkhawatirkan permohonan pinjaman yang diusulkan Pemprov akan menambah beban keuangan daerah," kata Prasetio. Dia minta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengurungkan niat minjam ke pemerintah pusat. Sebagai ganti, Pemprov harus mencari alternatif pendanaan.

Permohonan pinjaman daerah ini sesuai surat Gubernur DKI Jakarta dengan nomor 435/UD.02.03 yang ditujukan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berencana mendapatkan pinjaman daerahdari BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar satu triliun.

Selain dinilai menambah beban keuangan daerah, dikhawatirkan adanya kemungkinan terburuk mengorbankan kepentingan warga Jakarta. Dengan demikian, Prasetio minta Joko Agus Setyono untukmengkaji kembali skema pembiayaan pembangunan RDF Plant tersebut.

Pengolahan sampah secara mandiri oleh Pemprov DKI akan mengurangi beban TPA Bantar Gebang, Bekasi, yang memang sudah melebihi kapasita. Selain itu, masyarakat diminta memilah sampah dari rumah agar memudahkan pengolahannya.

Pada tahun lalu, tiap hari Jakarta menghasilkan3,1 juta ton sampah. Angka itu menempatkan Jakarta menjadi provinsi kedua penghasil sampah terbesar Indonesia setelah Jawa Tengah (4,25 juta ton sampah). Jumlah sampah harian warga Jakarta meningkat 1.573 ton per hari dalam lima tahun terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.