Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengamat: Bagi-bagi Kekuasaan Koalisi Besar akan Untungkan Lawan yang Lebih Ramping

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Pengamat: Bagi-bagi Kekuasaan Koalisi Besar akan Untungkan Lawan yang Lebih Ramping Doc: Istimewa
Ket. Pakar Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdus Salam, baru-baru ini mengatakan, PDI-Perjuangan akan kian mendapat simpati publik jika terkesan dikeroyok koalisi gemuk.

SURABAYA - Pakar Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdus Salam, baru-baru ini mengatakan, praktik bagi-bagi kekuasaan oleh sebuah koalisi besar justru akan mengutungkan koalisi lawan yang lebih ramping.

Menurutnya, pertumbuhan pemilih rasional Indonesia kian signifikan dan hal itu merubah perilaku memilih secara drastis dalam pemilu ke depan. Perubahan itu kian mengukuhkan bahwa logika elit dan kekuasaan harus selalu berselaras dengan logika publik. Intinya partai partai harus pintar menjaga perasaan publik agar senantiasa satu frekuensi.

"Kian vulgar akomodasi kepentingan partai partai berbagi kekuasaan tanpa bisa menjelaskan secara memadai kepada publik maka potensial akan selalu menjadi tanda tanya publik," kata Surokim dalam keterangan tertulis, Selasa (15/8).

Menurutnya, hal itu akan memengaruhi citra koalisi sebagai tempat mencari aman dan perlindungan. Apalagi dalam pemilu langsung sering tidak linier antara logika partai dan logika voters. Jadi menjadi tugas berat sesungguhnya untuk menjaga logika publik terkait bagi-bagi kekuasaan tersebut.

Terkait konteatasi pemilu 2024 yang sedang berlangsung, Surokim mencermati PDI-Perjuangan nampak sangat berhati hati dan terlihat tidak agresif dalam membangun koalisi sehingga kemungkinan akan menjadi koalisi ramping dan tentu akan berhadapan dengan koalisi lain yang kemungkinan akan lebih gemuk.

"Ini tentu akan menjadi test case lagi. Di pilkada sejauh ini memang juga belum ada jaminan bahwa koalisi gemuk akan lebih mudah memenangkan kontestasi bahkan sering yang ramping bisa menang. Karena sesungguhnya koalisi itu tugas utamanya ya mengantarkan saja pada kandidasi pencapresan, selebihnya itu akan menjadi daulat publik voters Indonesia yang menentukan," tuturnya.

Apalagi lanjutnya, sejauh ini kontribusi pemilih loyal juga sangat gradatif diantara 5 persen hingga 30 perseb pemilih loyal dan tidak selalu linier dengan pemilih. Disinilah pentingnya menjaga perasaan pemilih Indonesia dan bagi koalisi gemuk tentu tidak boleh jumawa.

"PDI-Perjuangan tidak boleh berkecil hati sepanjang bisa membangun frekuensi yang linier dengan voters tentu masih akan kompetitif. Koalisi yang sesungguhnya adalah koalisi bersama rakyat pemilih Indonesia," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.