Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usut Tuntas, DK PBB Akan Adakan Pertemuan Terbuka Bahas Pelanggaran HAM Korut

📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usut Tuntas, DK PBB Akan Adakan Pertemuan Terbuka Bahas Pelanggaran HAM Korut Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Arsip - Tangkapan layar Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Turk menyampaikan pidato secara virtual dalam pembukaan "Regional Conversation on Human Rights" (RCHR) di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

New York - Usut tuntas, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) akan mengadakan pertemuan terbuka resmi pertama mengenai situasi HAM di Korea Utara sejak 2017 pekan depan, kata perwakilan dari Amerika Serikat pada Kamis, sebagai ketua panel bulan ini.

Pertemuan itu dijadwalkan diadakan pada 17 Agustus, menyusul permintaan oleh Albania, Korea Selatan dan AS, menurut pernyataan bersama dari negara-negara yang disampaikan oleh Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield.

Ke-15 anggota dewan gagal mengadakan sidang terbuka mengenai topik itu dalam beberapa tahun belakangan terutama karena keengganan dari China dan Rusia, dimana kedua negara itu berhubungan dekat dengan Korut.

Namun pejabat senior AS mengatakan panel itu sepertinya mendapatkan dukungan suara untuk melanjutkan sidang sesuai rencana.

Pemungutan suara prosedural semacam itu tidak dapat diveto oleh lima anggota tetap dewan, termasuk China dan Rusia.

Di antara mereka yang akan memberi pengarahan kepada dewan dalam sidang yang dijadwalkan adalah Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk dan Elizabeth Salmon, pelapor khusus PBB untuk situasi HAM di Korea Utara, kata pernyataan itu.

Thomas-Greenfiled menuduh Pyongyang melakukan kejahatan "setiap hari" terhadap penduduknya juga warga dari Jepang dan Korsel, merujuk pada warga Korut yang diculik dari kedua negara.

"Kami tahu pelanggaran dan kekerasan hak asasi manusia oleh pemerintah memfasilitasi kemajuan senjata pemusnah massal dan program rudal balistik yang melanggar hukum," katanya.

Dalam beberapa tahun belakangan, dewan tersebut hanya mengadakan pembahasan informasi dan tertutup mengenai masalah pelanggaran HAM di Korut.

China, donatur ekonomi utama Pyonyang, telah menentang pembahasan situasi HAM di Korut dan mengatakan hal itu bukan mandat dewan, yang bertugas memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

Pada Maret lalu, China memblokir pertemuan informal mengenai HAM di Korut , agar tidak disiarkan secara online oleh badan penyiaran PBB.

Berbicara dalam pertemuan tersebut, seorang pejabat China mengatakan keputusan untuk mengadakan pertemuan itu "tidak membangun dengan cara apa pun" dan "membuang-buang sumber daya PBB."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.