Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Belajar Ekosistem Bakau di Kebun Raya Mangrove Surabaya

📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Belajar Ekosistem Bakau  di Kebun Raya Mangrove Surabaya Doc: surabaya.go.id

Kota Surabaya kini memiliki kebun raya hutan mangrove yang menjadi pertama di Indonesia. Selain memiliki fungsi ekologis, tempat ini telah dibuka untuk kegiatan ekowisata dengan berbagai fasilitas yang terus berkembang.

Hutan mangrove memiliki banyak fungsi yang penting bagi lingkungan dan masyarakat seperti melindungi garis pantai dari badai dan banjir, erosi dan membantu mengurangi dampak bencana alam. Hutan ini juga menjadi habitat baru tumbuhan dan hewan seperti ikan, burung, dan krustasea.

Hutan mangrove juga merupakan tempat yang penting bagi migrasi dan reproduksi hewan. Fungsi lainnya adalah penyimpanan karbon dioksida dari atmosfer sehingga memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon global. Selain itu menawarkan potensi ekonomi bagi masyarakat setempat, melalui kegiatan ekowisata, penangkapan ikan, dan pemanfaatan kayu.

Salah satu kota yang memiliki hutan mangrove adalah Surabaya. Sejak April 2018, hutan mangrove yang berada di sisi timur kota ini dibangun menjadi Kebun Raya Mangrove Surabaya (KRMS) dan telah diresmikan pada Rabu (26/7) lalu oleh mantan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI). Peresmian KRMS bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Dengan luas mencapai 34 hektare, KRMS berada tiga wilayah berbeda administrasi berbeda. Di Gunung Anyar luasnya 11 hektare, Medokan Sawah 16 hektare, dan Wonorejo 7 hektare. Tadinya wilayahnya tidak menyatu karena adanya lahan dan perumahan warga dan oleh pemerintah Surabaya lahan pemisah ini lalu dibebaskan dengan dilakukan ganti untung.

KRMS sudah diusulkan untuk menjadi kebun raya sejak 2017 silam. Usulan tersebut kemudian disampaikan disampaikan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sekarang bernama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 93 tahun 2011 tentang kebun raya, setidaknya KRMS ini memiliki lima fungsi yaitu konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan. Peraturan tersebut juga menyebutkan bahwa kebun raya menjadi pusat konservasiex-situatau pelestarian di luar habitat aslinya, serta konservasiin-situuntuk keanekaragaman hayati.

Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia, yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis adalah sebagai habitat binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak, serta mencegah abrasi air laut, meminimalkan dampak tsunami, menekan polusi, hingga menambah kadar oksigen.

Sedangkan, fungsi ekonomisnya berupa pemanfaatan kayu pepohonan sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang serta dapat dijadikan bahan pembuat kertas.

Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomi, misalnya udang dan jenis ikan lainnya.

Untuk fungsi konservasi keanekaragaman hayati, di KRMS terdapat 58 jenis mangrove telah ditanam. Sejauh ini tercatat ada 157 jenis mangrove yang ada di dunia. Beberapa jenis mangrove yang ada adalah bakau hitam (Rhizophora mucronata), bakau merah (Rhizophora mangle), bakau minyak (Rhizophora apiculata), bakau api-api (Avicennia marina) dan bakau jeruk hulu (Bruguiera sexangula).

Ada pula jeruju hitam (Acanthus ebracteatus), ketower (Derris trifoliata), kurma rawa (Phoenix paludosa), dan paku laut (Acrostichum aureum). Selanjutnya ada pidada merah/bogem (Sonneratia caseolaris), waru (Hibiscus tiliaceus), dan waru laut (Thespesia populnea).

Bukan hanya melihat mangrove dan perairan pesisir di Surabaya timur, di KRMS dihuni 28 jenis burung yang akan terlihat dengan mudah saat berada di sana. Burung-burung itu antara lain cerek Jawa (Charadrius javanicus), cerek tilil (Charadrius alexandrinus), trinil pantai (Tringa hypoleucos), trinil kaki merah (Tringa totanus), dan ekor biorok alias Black-tailed godwit (Limosa limosa).

Fauna lain seperti biawak, monyet ekor panjang, dan kucing mangrove, juga hidup di kawasan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

5 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.