Proyek Baru PLTU Batu Bara Halangi Target Emisi Indonesia, Riset Tawarkan Solusi
📅 Kamis, 10 Agu 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKondisi serupa juga terjadi dalam proyek PLTU Bonto atau Bima di Nusa Tenggara Barat berkapasitas 20 MW. Kami memaklumi perkembangan proyek cukup lambat karena masa operasinya masih enam tahun lagi. Namun, tahun operasi yang masih lama seharusnya membuat PLN lebih leluasa mengkaji ulang keberlanjutan PLTU Bonto.
Opsi lainnya adalah pengalihan fungsi sembilan proyek PLTU berkapasitas total 80 MW menjadi pembangkit listrik berbasis energi biomassa seperti sekam padi hingga batok kelapa. Opsi ini dapat dilakukan bagi PLTU dengan teknologi tungku bakar (boiler) berjenis stoker.
Teknologi stoker bisa dikatakan cukup sederhana. Tungkunya bisa melahap lebih banyak jenis dan ukuran bahan bakar. Hal ini juga pernah diujicobakan oleh PLN terhadap PLTU Tembilahan di Riau yang menggunakan cangkang sawit 100% menggantikan batubara.
Untuk melengkapi analisis, IESR juga menghitung tentang potensi jenis dan kuantitas biomassa setempat untuk menggantikan batu bara. Data potensi kami peroleh dari Badan Pusat Statistik. Sebagai contoh, pasokan cangkang kelapa sawit dari sekitar Kabupaten Kotabaru dapat menyalakan listrik PLTU Kotabaru, Kalimantan Selatan, hingga 37,26 MW.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana dengan sisanya?
Dari proyek-proyek yang dianalisis, ada 23 proyek dengan kapasitas 10.594 MW yang mustahil dibatalkan dan atau dialihfungsikan lantaran pembangunannya sudah cukup signifikan. Untuk proyek semacam ini, kami mengusulkan pensiun dini atau pengurangan masa operasi.
Studi kami merekomendasikan percepatan pensiun PLTU sepuluh tahun lebih awal dari umur operasi desainnya yang diasumsikan hingga 30 tahun. Harapannya, operasional PLTU ini beroperasi paling lambat 20 tahun saja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa proyek yang masuk ke dalam kategori ini, antara lain PLTU Nagan Raya Unit 3 & 4 berkapasitas 400 MW. Progres pembangunan PLTU yang terletak di Aceh ini sudah mencapai 70%.
Ada juga PLTU mulut tambang (di dekat tambang batu bara) Sumatera Selatan (Sumsel) 8. Kapasitas pembangkit ini sangat besar, sekitar 1.200 MW. Pembangunannya juga hampir selesai alias sudah 97%.
Berpotensi mengurangi emisi
Upaya pensiun dini PLTU memang tidak mudah. Apalagi banyak proyek yang dimiliki oleh pengembang swasta. Berdasarkan perhitungan kami, ada biaya sekitar US$2,2 miliar (Rp33 triliun) yang harus dikeluarkan PLN. Angka ini kami dapatkan dari total perhitungan depresiasi modal dari masing-masing proyek.
Kami juga menghitung pembatalan PLTU akan menimbulkan biaya sekitar US$238 juta atau setara RP3,5 triliun.
Meski demikian, biaya ini kami rasa sepadan, bahkan dalam beberapa proyek justru lebih murah jika dibandingkan biaya atas dampak lingkungannya. Sebab, bahan bakar fosil yang digunakan di pembangkit listrik tenaga uap menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Pengurangan batu bara yang digunakan pada PLTU secara langsung akan mengurangi emisi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!