Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perwira Militer Jerman Ditangkap, Diduga Jadi Mata-mata Rusia

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 14:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perwira Militer Jerman Ditangkap, Diduga Jadi Mata-mata Rusia Doc: DW/PictureAlliance//Zumapress/Michael Kuenne
Ket. Seorang warga negara Jerman telah ditangkap karena diduga memberikan informasi kepada kedutaan dan konsulat Rusia.

BERLIN - Kejaksaan Jerman telah menangkap seorang perwira di badan pengadaan militer yang diduga memberikan informasi rahasia kepada intelijen Rusia, kata kantor kejaksaan federal.

Tersangka berkebangsaan Jerman itu, yang diidentifikasi kantor kejaksaan sebagai Thomas H., berulang kali mendekati konsulat Rusia di Bonn dan kedutaan besar Rusia di Berlin sejak Mei atas inisiatif sendiri untuk menawarkan kerja samanya, menurut kejaksaan.

"Kejaksaan Federal telah menangkap seorang perwira Jerman yang diduga bekerja dengan dinas rahasia asing," tulis Menteri Kehakiman Marco Buschmanndi media sosial X.

"Kewaspadaan adalah prioritas saat ini," ujarnya.

Jerman, salah satu penyedia terbesar perangkat keras militer ke Ukraina, adalah salah satu target besar dari operasi spionase Rusia, yang telah meningkat pesat sejak invasi ke Ukraina dari 2022 oleh Rusia, sebagaimana diperingatkan pihak berwenang.

Pada satu kesempatan, tersangka menyerahkan informasi yang diterima selama masa kerjanya dengan niat untuk diteruskan ke dinas intelijen Rusia, kata kantor kejaksaan federal.

Kantor kejaksaan itu mengungkapkan bahwa tersangka ditangkap di Koblenz, tempat badan pengadaan berada di Jerman bagian barat, sementara kediaman dan tempat kerja pria itu juga digeledah.

Seorang hakim memerintahkan penahanan tersangka pada Rabu.

Kantor kejaksaan tidak memberikan perincian lebih lanjut. Kementerian Pertahanan Jerman menolak berkomentar atas kasus ini.

Hampir sebanyak 12.000 orang bekerja untuk badan pengadaan, di antaranya adalah 1.800 tentara.

Pada 2021, badan tersebut bekerja sama untuk pengadaan senjata dan peralatan bagi Bundeswehr atau angkatan bersenjata federal Jerman, dengan volume total sebesar 17,6 miliar euro (sekitar Rp293,81 triliun).

Pada Desember tahun lalu, pihak berwenang menangkap pegawai Dinas Intelijen Asing Jerman (BND) yang diduga melakukan spionase untuk Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.