Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1.322 Penerima Manfaat Program PENa Siap Graduasi

📅 Jumat, 04 Agu 2023, 01:10 WIB | Oleh:
1.322 Penerima Manfaat Program PENa Siap Graduasi Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. Program PENa -- Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini dalam konferensi pers PENa Graduasi Batch 1, di Jakarta, Rabu (2/8).

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini mengungkapkan 1.322 penerima manfaat program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENa) sudah siap graduasi. Artinya, mereka sudah keluar dari kemiskinan ekstrem sebab memiliki pendapatan di atas Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

"Mereka yang siap keluar graduasi itu 1.322. Sebetulnya kalau lihat datanya mereka sudah keluar dari miskin, bahkan mereka sudah di atas UMK wilayah masing-masing," ujar Mensos, dalam konferensi pers PENa Graduasi Batch 1, di Jakarta, kemarin.

Dia menerangkan, dari 1.322 yang sudah graduasi, 1.191 di antaranya menerima bantuan sosial (bansos). Sedangkan sisanya, tidak menerima bansos atau secara mandiri, tapi terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan mendapatkan bantuan pemberdayaan ekonomi seperti memberikan fasilitas untuk usaha.

"Jadi ada yang mereka terima bansos, ada yang tidak terima bansos. Ada kondisinya normal, ada yang disabilitas. Kemudian juga ada yang mereka tanpa bantuan kita, mereka keluar dari kemiskinan," jelasnya.

Program Pendampingan

Sebaiknya Anda baca juga:

Risma mengungkapkan, sebenarnya total penerima manfaat yang bisa graduasi sebanyak 1.883 penerima manfaat. Hanya saja, mereka memilih untuk tidak graduasi.

Dia menyebut, pihaknya siap melakukan pendampingan pada mereka agar siap untuk graduasi. Pihaknya akan melakukan pendekatan agar mereka percaya diri, sehingga bansos yang mereka dapat bisa dialokasikan untuk yang lebih berhak.

"Kita akan lakukan pendekatan-pendekatan gitu. Bagaimana dia bisa keluar karena ada hak orang yang harusnya berhak, tapi belum menerima bantuan," katanya.

Risma menerangkan, pihaknya juga melakukan pendampingan agar produk-produk dari para penerima manfaat memiliki nilai jual lebih. Salah satunya dengan menggandeng para desainer grafis muda untuk membantu menambah daya tarik kemasan produk para penerima manfaat. "Mereka banyak yang bekerja di desain grafis dan sebagainya, mereka banyak mau bantu. Kami tidak bayar. Mereka bantu pro bono," katanya.

Dia menyebut, bentuk bisnis para penerima manfaat beragam dari mulai kuliner, cinderamata, hingga jasa dan perdagangan. Menurutnya, pendampingan lain bagi mereka yang penting adalah pengelolaan keuangan.

"Kita akan ajari satu minggu training itu, kita akan kerja sama dengan berbagai pihak dari OJK dan BI untuk literasi keuangan agar mereka mengelola uang ini dengan cara benar," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...

Gaun Balas Dendam Putri Diana Siap Dilelang

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.