Mendag Menilai UE Tidak Konsisten soal Kebijakan atas Nama Lingkungan
📅 Rabu, 02 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, menyinggung Uni Eropa (UE) dinilai tidak konsisten soal kebijakan-kebijakan yang dibuatnya atas nama perlindungan lingkungan dan upaya mengatasi perubahan iklim dalam kerangka European Green Deal (EGD). UE menilai kopi merusak lingkungan, padahal di saat yang bersamaan masih membeli batu bara.
"Uni Eropa tidak konsisten. Katanya kopi merusak lingkungan, tapi dalam waktu yang sama, dia membeli batu bara dari kita. Masak kopi lebih merusak lingkungan dari batu bara? Nggak konsisten. Kita kalau ekspor tuna kena 20 persen tax (pajak). Tapi tuna kita yang di tabung-tabung ilegal diterima juga. Jadi, kalau kepentingannya (mereka) oke," kata Mendag dalam seminar Food Agri Insight on Location yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (1/8).
Seperti dikutip dari Antara, Mendag menegaskan penolakan kerasnya terhadap UU anti deforestasi atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang dikeluarkan UE. Pasalnya, hampir semua produk-produk Indonesia menjadi sasaran kebijakan tersebut, mulai dari kakao, kopi, minyak sawit, karet, cengkeh, kayu, dan produk turunan lainnya.
Merugikan Petani
Ia menilai kebijakan anti deforestasi Uni Eropa berpotensi menghambat perdagangan dan merugikan petani Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ekspor ke Uni Eropa tahun 2022 untuk sawit, karet, kakao, kopi, kayu nilainya hampir 7,2 miliar dollar AS, meliputi hampir delapan juta petani kecil. Kita sadari perjuangan tidak mudah, tapi Kementerian Perdagangan akan terus berupaya melindungi kepentingan nasional kita, termasuk melindungi petani kecil," ujarnya.
Mendag siap mengambil langkah-langkah yang terukur untuk mengamankan kepentingan rakyat Indonesia. Pihaknya juga terus menyampaikan keberatan kepada negara-negara EU, termasuk lewat forum perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) putaran ke-16 akan diadakan di Uni Eropa nanti. Harapannya, Uni Eropa tetap dapat membuka pasar ke Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!