Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Paham Radikal, BNPT Minta Guru Ajarkan Siswa Kritis Bermedsos

📅 Kamis, 27 Jul 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Paham Radikal, BNPT Minta Guru Ajarkan Siswa Kritis Bermedsos Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Kasubdit Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisasi BNPT Kolonel Pas Sujatmiko dalam acara Camping Keberagaman Berkolaborasi Untuk Damai Beragama di Sekolah bersama BNPT dan FKPT di Yogyakarta, Rabu (26/7/2023).

Yogyakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta para guru berbagai jenjang pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta mengajarkan siswa berpikir kritis terhadap konten atau informasi yang tersebar di media sosial untuk mencegah paparan radikalisme.

"Kita harus mengajarkan siswa cara berpikir kritis tentang informasi yang mereka temui di dunia maya, serta membantu mereka mengidentifikasi dan menghindari konten yang berbahaya," kata Kasubdit Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisasi BNPT RI Kolonel Pas Sujatmiko dalam acara Camping Keberagaman Berkolaborasi Untuk Damai Beragama di Sekolah bersama BNPT dan FKPT di Yogyakarta, Rabu.

Sujatmiko menuturkan perkembangan teknologi informasi membuat tren penyebaran paham radikal berubah dari luar jaringan menjadi dalam jaringan sehingga internet dan medsos menjadi alat yang kuat untuk menyebarkan propaganda kepada generasi muda.

"Generasi muda sebagai pengakses informasi terbanyak secaraonlinemenjadi rentan terpapar terorisme," katanya.

Sujatmikomenyebut terduga teroris Zakia Aini (ZA) yang melakukan penembakan di Mabes Polri, Jakarta, pada 2021 adalah salah satu contoh generasi muda yang terpapar paham radikal melalui media sosial.

Berdasar hasil survei BNPTpada 2020, kata dia, disimpulkan bahwa faktor yang paling efektif mereduksi potensi radikalisme adalah diseminasi sosial media, internalisasi kearifan lokal, serta perilaku kontra-radikal.

Untuk membentengi siswa dari propaganda radikal, tambah Sujatmiko, guru sebagai pendidik memiliki peran membimbing generasimuda menjadi individu yang bertanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai perdamaian.

Dia menambahkan hingga penyebaran ideologi terorisme masih masif mulai dari level kampus, sekolah, bahkan hingga pendidikan anak usia dini (PAUD).

Dengan tantangan itu, para guru sebagai pendidik perlu membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, bukan eksklusif.

"Kita harus menyiapkan ruang tempatsiswa merasa nyaman bercerita tentang isu-isu yang kompleks yang kadang perlu didengar, termasuk soal terorisme," ujarnya.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIYFatma Amilia menambahkan bahwa FKPT DIY melalui berbagai program akan terus berkomitmen mendukung penurunan radikalisme, antara lain melalui Camping Keberagaman.

Camping Keberagaman ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain pemahaman tentang berbagai aliran yang bertujuan memecah belah kerukunan beragama, praktik moderasi beragama, membuat narasi lewat medsos, serta kolaborasi pembuatan video sebagai bahan kampanye damai beragama dan bahan ajar.

"Program ini adalah upaya menutup jalan ke arah radikalisme, dimulaioleh guru yang akan mentransfer ilmu kepada anak didik," kata Fatma.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.