Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cermati Konflik Keluarga Usia 'Paruh Baya'

📅 Jumat, 21 Jul 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Cermati Konflik Keluarga Usia  'Paruh Baya' Doc: ISTIMEWA
Ket. Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta mengadakan seminar keluarga dengan tema 'Tetap Harmonis Di Usia Paruh Baya (Midlife Crisis)' di Ruang Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.

JAKARTA - Pasangan atau suami istri mesti berwaspada atau mencermati ketika usia perkawinan sudah memasuki paruh baya karena dalam kondisi tersebut mulai rawan konflik. Untuk mengatasi masalah tersebut maka Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jakarta mengadakan seminar keluarga dengan tema "Tetap Harmonis di Usia Paruh Baya".

Seminar ini diselenggarakan di Ruang Aula Badan Pendapatan Daerah DKI, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Ketua DWP Jakarta, Endang Lestari Joko Agus, mengatakan seminar ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada anggota DWP dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Peserta seminar kali ini mencapai sekitar 250 orang. "Mereka diberikan kiat dan strategi cara mengatasi tantangan kehidupan, khususnya dalam memasuki usia paruh baya," ujar Endang dikutip jakartagoid, Kamis (20/7). Dia menjelaskan pemilihan tema ini karena sebuah pernikahan atau keluarga bahagia tidak selalu bebas dari konflik. Hal ini terutama saat memasuki usia paruh baya sebab pada masa-masa itu mulai banyak problem muncul.

Jika tidak diantisipasi atau disiapkan, bisa memperumit keluarga. Makanya, melalui seminar ini, para peserta diharapkan dapat lebih dewasa menyikapi konflik kehidupan bersama pasangan yang bisa muncul pada usia paruh baya. "Sebagai istri harus bisa menciptakan suasana kondusif dalam keluarga," tuturnya.

Menurut Endang, dalam kegiatan seminar, dia menghadirkan Elly Risman sebagai narasumber yang berkompeten. Di sisi lain, kegiatan juga dapat menjadi kesempatan memperkuat tali kebersamaan antar-anggota DWP Jakarta. "Mari belajar bersama. Berbagi pengetahuan dan pengalaman langsung dari narasumber demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan bahagia di usia sekarang," serunya.

Sementara itu, Elly Risman selaku pakar "parenting" dan psikolog menuturkan krisis paruh baya sering terjadi pada seseorang usia 35-70 tahun. Seorang yang mengalami hal ini akan terjadi perubahan mulai dari fisik, hormonal, emosi, bahkan persepsi tentang kehidupan.

"Mulailah bijak dalam menghadapi masalah dan menerima kenyataan. Keharmonisan rumah tangga itu pilar kebahagian hidup manusia," tandasnya. Perlu diketahui, dalam kegiatan seminar ini juga digelar sosialisasi aplikasi digitalisasi Pusat Pelayanan Keluarga (Puspa) dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DKI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.