Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vietnam Larang Film 'Barbie' karena ‘Sembilan Garis Putus-putus’ Tiongkok, Apa Itu?

📅 Jumat, 07 Jul 2023, 10:52 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pengaduan yang dilakukan bersama-sama oleh Malaysia dan Vietnam pada 2009 kepada Komisi Batas Landas Kontinen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti persaingan klaim atas landas kontinen di Laut Cina Selatan, yang saat ini tengah memicu kontroversi.

Cina memberikan tanggapan diplomatik resmi kepada PBB dengan mengklaim:


Cina memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau di Laut Cina Selatan dan perairan sekitarnya, dan menikmati hak kedaulatan dan yurisdiksi yang tak terbantahkan atas perairan di wilayah terkait, serta dasar laut dan tanah di bawahnya (lihat peta terlampir).

Cina melampirkan salinan peta nine-dash line pada protes diplomatik resminya terhadap pengaduan Malaysia/Vietnam dan menyatakan


Posisi yang tergambar di atas secara konsisten dipegang oleh Pemerintah Cina, dan diketahui secara luas oleh masyarakat internasional.

Namun, ternyata klaim tersebut tidak benar-benar diketahui oleh atau diberitahukan secara luas kepada komunitas internasional. Sejak saat itu, Komisi Batas Landas Kontinen telah menjadi semacam medan pertempuran hukum de facto terkait pandangan mengenai status nine-dash line.

Sementara Cina terus berupaya memperkuat posisinya terhadap legitimasi nine-dash line, negara-negara lain seperti Australia, Prancis, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Inggris, dan Vietnam terus membantah klaim Cina.

Namun, Komisi Batas Landas Kontinen bukanlah pengadilan dan anggotanya terdiri dari para ilmuwan yang mengevaluasi klaim landas kontinen.

Filipina, sebagai negara lain yang juga mengklaim bagian dari wilayah tersebut, bisa memilih apakah mau menantang legalitas klaim nine-dash line Cina di bawah hukum laut secara terpisah (melalui komisi atau lembaga lain). Pada 2016, Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut di PBB memutuskan dengan suara bulat bahwa klaim Cina tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

Putusan itu jelas dan konklusif, tapi segera ditolak oleh Cina. Meskipun Filipina memenangkan argumen hukum bahwa nine-dash line tidak memiliki dasar dalam hukum internasional modern atau hukum laut, Cina menolak untuk menghormati hasil putusan tersebut dan terus menegaskan haknya atas Laut Cina Selatan.

Pemerintah Cina juga telah melakukan berbagai cara. Ini termasuk membangun pulau buatan di Laut Cina Selatan, mengusik pesawat angkatan laut dan militer asing yang melewati wilayah tersebut, mengintimidasi nelayan Vietnam dan nelayan asing lainnya, memaksakan hak untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi cadangan minyak dan gas maritim, dan terus menerbitkan peta yang menggambarkan klaim nine-dash line.

Inilah mengapa setiap legitimasi yang diberikan terhadap nine-dash line, bahkan di film-film Hollywood, sangatlah sensitif.

Mengapa peta begitu kontroversial?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.