Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Vietnam Larang Film 'Barbie' karena ‘Sembilan Garis Putus-putus’ Tiongkok, Apa Itu?

📅 Jumat, 07 Jul 2023, 10:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Vietnam Larang Film 'Barbie' karena ‘Sembilan Garis Putus-putus’ Tiongkok, Apa Itu? Doc: Twitter/@CineFiles
Ket. "Nine-dash line" atau sembilan garis putus-putus dalam peta Laut Tiongkok Selatan versi Tiongkok.

Donald Rothwell, Australian National University

Film Barbie terbaru yang dibintangi Margot Robbie dan Ryan Gosling akan segera dirilis. Namun, menurut surat kabar Tuoi Tre yang dikelola pemerintah Vietnam, film ini dilarang ditayangkan di negara tersebut. Kepala Departemen Perfilman, lembaga pemerintah di Vietnam yang mengurus lisensi dan sensor film, mengatakan


Kami tidak memberikan lisensi untuk film Amerika 'Barbie' untuk rilis di Vietnam, karena memuat gambar nine-dash line (sembilan garis putus-putus) yang dirasa sangat sensitif bagi pemerintah Vietnam.

Tanggapan Vietnam terhadap penggambaran Laut Cina Selatan dalam film Barbie menunjukkan betapa sensitifnya isu ini di Asia Tenggara, khususnya di Vietnam.

Apa itu nine-dash line?

Perebutan wilayah Laut Cina Selatan memiliki sejarah panjang.

Pada 1974 dan 1988, Cina dan Vietnam terlibat bentrokan militer karena memperebutkan Kepulauan Paracel dan Spratly yang terletak di Laut Cina Selatan.

Bentrokan tersebut terjadi di darat. Tetapi, baru-baru ini fokusnya beralih ke klaim atas landas kontinen (wilayah dasar laut yang membentang di luar pantai hingga setidaknya 200 mil laut), dan zona ekonomi (wilayah setidaknya 200 mil laut dari pantai).

Sejak akhir 1940-an, pemerintah Cina telah mempromosikan apa yang mereka sebut nine-dash line di Laut Cina Selatan. Garis tersebut, juga dikenal sebagai "garis berbentuk huruf U" atau menyerupai "lidah sapi", terdiri dari sembilan garis putus-putus.

Seperti yang digambarkan dalam berbagai peta Cina, baik resmi maupun tidak resmi, garis-garis itu membentang di lepas pantai Pulau Hainan Cina, dan terus mendekati pantai Vietnam, jauh ke dalam Laut Cina Selatan, dan menutupi Kepulauan Spratly.

Di bagian utara Pulau Kalimantan, dekat pantai Malaysia dan Brunei, garis itu berbelok dan membentang ke arah barat Filipina dan berakhir tepat di selatan Taiwan.

Garis tersebut telah lama menimbulkan berbagai spekulasi tentang apa maksud cakupan wilayah itu. Apakah ini klaim teritorial Cina? Apakah ini klaim Cina atas wilayah maritim? Atau apakah ini bentuk klaim kedaulatan atas seluruh wilayah atau hanya untuk sumber daya yang terkandung di sana?

Cina tidak pernah secara eksplisit menjelaskan apa saja yang tercakup dalam klaim tersebut tetapi tetap terus-terusan mengungkapkan klaimnya. Ini terutama sejak Malaysia, Filipina, dan Vietnam mulai mengajukan klaim mereka sendiri atas sebagian Laut Cina Selatan, yang cakupannya tumpang tindih dengan nine-dash line.

Siapa yang membantah garis itu?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.