Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

CH3+ yang Mudah Bereaksi

📅 Jumat, 07 Jul 2023, 06:25 WIB | Oleh:
CH3+ yang Mudah Bereaksi Doc: Istimewa

Dari mana kehidupan awal muncul dari benda mati menjadi salah satu pertanyaan yang belum terpecahkan. Pembentukan molekul organik kompleks seperti asam amino, dari yang lebih sederhana, seperti CH3+ atau metilium, menjadi sangat kompleks menjadi salah satu fokus perhatian penelitian.

Yang unik molekul CH3+, yang juga dikenal sebagai kation metil, telah terdeteksi di luar angkasa untuk pertama kalinya oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (James Webb Space Telescope/JWST). Dari hasil awal yang belum diedit diterbitkan pada 26 Juni 2023 di jurnalNature, teleskop JWST menemukan molekul organik berbasis karbon.

Temuan molekul CH3+ oleh JWST, memiliki kandungan atom karbon yang terikat pada atom hidrogen tetapi juga dapat berikatan dengan unsur lain, seperti oksigen, nitrogen atau fosfor. Molekul ini dinilai yang menjadi sumber bagi penciptakan kehidupan di Bumi.

Selama ini CH3+ dikenal sebagai molekul organik yang sangat sederhana, hanya satu atom karbon dan 3 atom hidrogen. Molekul ini dapat bereaksi dengan molekul lain lalu membentuk molekul yang lebih kompleks. Kehadirannya CH3+ di luar angkasa memberi tahu bahwa blok bangunan dasar untuk kehidupan ada di luar sana.

"CH3+ ini adalah inisiator dari banyak reaksi kompleks yang sangat menarik," kata Stephan Schlemmer, seorang profesor fisika eksperimental di Cologne University di Jerman. Schlemmer adalah bagian dari tim internasional yang mengerjakan temuan terbaru.

Adanya CH3+ di luar angkasa membantu para ilmuwan menemukan sidik jari molekul CH3+ dalam cahaya yang berasal dari piringan debu dan gas yang berputar-putar di sekitar bintang muda. Piringan itu berada di Nebula Orion, yang jaraknya 1.350 tahun cahaya dari Bumi.

Nebula Orion yang terlihat dengan mata telanjang dan cahayanya tampak hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan gambar. Tetapi setiap atom dan molekul menyerap atau memancarkan cahaya secara unik, dengan palet warna spesifiknya sendiri.

Misalnya, hidrogen, atom paling sederhana. Ketika tereksitasi, memancarkan cahaya merah, dan jika dilihat melalui prisma, akan dilihat empat garis karakteristik yang membentuk spektrumnya. Para ilmuwan menyebut teknik ini spektroskopi, yang dilakukan di luar angkasa dengan JWST.

Penemuan CH3+ tergolong tidak terduga. Tapi masalahnya, ketika para astronom menangkap spektrum planet pembentuk piringan ini, itu mengejutkan. Schlemmer bahkan mengatakan tidak ada yang tahu apa itu. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.