Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Molekul Karbon Sebagai Sumber Awal Kehidupan Ditemukan di Nebula Orion

📅 Jumat, 07 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Molekul Karbon Sebagai Sumber Awal  Kehidupan Ditemukan di Nebula Orion Doc: Istimewa

Teleskop Luar Angkasa James Webb menemukan molekul karbon di Nebula Orion. Molekul ini dapat bereaksi membentuk molekul kompleks sebagai awal kehidupan.

Teleskop Luar Angkasa James Webb (James Webb Space Telescope/JWST) dapat melihat molekul karbon. Berdasarkan sebuah studi baru-baru ini melaporkan bahwa molekul yang terdiri dari gabungan dua atom atau lebih dengan susunan tertentu yang terikat oleh ikatan kimia itu selama ini, dianggap sebagai landasan kimia antarbintang dalam piringan gas dan debu pembentuk planet di sekitar bintang muda.

JWST mendeteksi senyawa karbon metil kation (CH3+) dalam sistem cakram protoplanet yang disebut d203-506. Letaknya sekitar 1.350 tahun cahaya dari Bumi di Nebula Orion atau dikenal dengan Messier 42 (M42) atau NGC 1976.

Nebula Orion berbentuk memanjang yang terletak di selatan Sabuk Orion pada rasi bintang Orion. Objek ini merupakan salah satu nebula yang paling terang dan dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Nebula Orion adalah objek fotografi yang paling sering diteliti di langit malam, dan merupakan salah satu fitur langit yang paling sering dipelajari. Nebula ini telah mengungkapkan banyak hal mengenai proses bagaimana bintang-bintang dan sistem-sistem planet terbentuk dari puing reruntuhan awan gas dan debu.

Para astronomi telah meneliti secara langsung cakram protoplanetary,brown dwarf, intensitas turbulensi dan gerakan gas. Selain itu mereka juga meneliti efek photo-ionizing dari bintang-bintang masif dekat di dalam nebula.

LamanSpace.commenyebutkan bahwa pusat dari sistem di Nebula Orion adalah katai merah yang hanya 10 persen lebih besar dari Matahari. Seluruh sistemnya dibombardir oleh radiasi ultraviolet yang kuat dari bintang-bintang masif, muda, dan panas di dekatnya.

Para ilmuwan berteori bahwa sebagian besar cakram protoplanet terkena radiasi ultraviolet yang intens selama periode tertentu, karena bintang cenderung terbentuk dalam kelompok yang mencakup bintang besar penghasil ultraviolet.

Kondisi seperti ini termasuk lingkungan kosmik di sekitar tata surya (solar system). Bukti dari meteorit menunjukkan bahwa bayi tata surya terkena bombardir berat dari radiasi seperti yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Penemuan Kation Metil

Pengeboman radiasi yang begitu intens seharusnya menghancurkan molekul organik kompleks yang diperlukan untuk membentuk dasar kehidupan. Tapi hal itu tidak selalu terjadi, sehingga masih ada kehidupan ada di Bumi.

Penemuan kation metil di wilayah tempat terbentuknya planet yang pada akhirnya dapat menampung kehidupan dapat membantu mengurai teka-teki kosmik ini dan membantu para ilmuwan lebih memahami bagaimana dan di mana kehidupan dapat dimulai di alam semesta.

Meskipun merupakan molekul yang relatif sederhana, kation metil telah menjadi pusat teori kimia karbon kosmik sejak era '70-an. Hal ini didasari fakta bahwa, seperti ion yang mengandung karbon lainnya (molekul bermuatan listrik), molekul tersebut mudah bereaksi dengan berbagai molekul lain.

Mudahnya molekul kation metil dalam bereaksi diartikan dapat memulai pertumbuhan molekul karbon yang lebih kompleks, bahkan pada suhu rendah. Kimia karbon seperti ini menjadi perhatian khusus para ahli astrobiologi, karena kehidupan yang dikenal seperti sekarang ini berbasis karbon. Namun sebelum JWST dapat mendeteksinya, para astronom tidak dapat mendeteksi molekul karbon ini di piringan pembentuk planet yang relatif jauh.

Ini karena mengamati piringan protoplanet dengan teleskop radio membutuhkan molekul dengan apa yang dikenal sebagai momen dipol permanen (permanent dipole moment) yang berarti bahwa mereka memiliki "akhir" positif dan negatif. Sebaliknya kation metil tidak memiliki momen dipol permanen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.