Kerja sama Ilmuwan-Masyarakat Sukses Petakan Sebaran Kupu-kupu di Jabodetabek
📅 Senin, 03 Jul 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim PenulisAdapun daftar jenis kupu-kupu berdasarkan urutan temuan terbanyak, daftar pengamat, dan peta sebarannya terhubung langsung dengan data yang diunggah pengamat. Jadi kalau kamu ikut mengunggah hasil pengamatan kupu-kupu, namamu akan muncul di daftar pengamat!
Menurut peneliti biodiversitas Erik J. van Nieukerken, kupu-kupu yang merupakan ordo Lepidoptera, superfamili Papilionoidea, seharusnya terdiri dari 7 famili. Namun, untuk kemudahan pengamatan dan identifikasi, platform ini hanya berfokus mengamati 3 famili saja: Papilionidae, Nymphalidae, dan Pieridae yang masih mudah dilihat dengan mata telanjang.
Ada juga empat pilihan lokasi pengamatan yaitu ruang terbuka hijau (RTH), taman di luar RTH (seperti taman kelurahan, taman di areal mal atau perkantoran, dan kuburan), pekarangan rumah, serta tepi jalan.
Untuk membangun kerja sama ilmuwan-masyarakat, KupuKita mengadakan serangkaian pelatihan secara daring. Pelatihan dimulai dari training of trainers untuk mencari kandidat pemimpin nodus (wilayah) yang mewakili nodus Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selanjutnya adalah pelatihan-pelatihan bagi murid sekolah SD-SMP, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemimpin nodus selanjutnya bertanggung jawab dalam pengumpulan data sekaligus menjadi pelatih. Pelatihan selalu diikuti dengan praktik pribadi yang hasilnya dikomunikasikan melalui grup Whatsapp untuk memastikan identifikasi jenis kupu-kupu yang tepat. Untuk itu, para peserta sangat dianjurkan mengabadikan kupu-kupu yang diamati melalui foto atau atau video. Bahkan peserta dapat langsung menggunakan kamera ponselnya!
Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan indeks keanekaragaman sederhana untuk membandingkan keanekaragaman kupu-kupu di Jabodetabek. Telaah juga menggunakan analisis kluster untuk memastikan pengelompokan kupu-kupu di lima kota ini berdasarkan kemiripannya.
Bagaimana kupu-kupu di Jabodetabek?
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan hasil pengamatan KupuKita, Jabodetabek (terutama Depok dan Bogor) ternyata menjadi habitat bagi setidaknya 50 jenis kupu-kupu. Separuhnya merupakan jenis adaptor perkotaan (urban adapter)-jenis yang mampu beradaptasi dengan kondisi perkotaan. Kawasan perkotaan menggambarkan ekosistem campuran yang terdiri dari elemen buatan dan sebagian elemen alami.
Ada empat jenis adaptor yang paling umum di Jabodetabek, yaitu Appias olferna, Leptosia nina, Eurema sp., dan Hypolimnas bolina. Mereka acap ditemukan di pekarangan rumah dan ruang terbuka hijau.
Jenis kupu-kupu Leptosia nina_ dan Eurema sp. adalah yang terkecil dan banyak ditemukan di rerumputan dan tanaman herba. Jenis A. olferna dan H. bolina banyak ditemukan di tanaman setinggi semak.
Sementara itu, Hypolimnas bolina kerap mengunjungi bunga kenikir (Cosmos caudatus) atau melati Jepang (Pseuderanthemum Reticulatum) yang kerap tumbuh di taman-taman dan halaman rumah.
Di antara 5 kota di Jabodetabek, Depok dan Bogor memiliki keanekaragaman dan kekayaan jenis kupu-kupu tertinggi yaitu 49 dan 48 jenis. Hanya di Bogor, RTH tercatat sebagai penyumbang keanekaragaman jenis tertinggi.
Sementara itu, tepi jalan cenderung menjadi penyumbang jenis kupu-kupu paling sedikit hampir di semua kota. Ini bisa terjadi akibat kurangnya tanaman inang dan tanaman penghasil nektar, termasuk rerumputan.
Penyumbang jenis kupu-kupu terbanyak pertama atau kedua di kelima kota ini ternyata adalah pekarangan rumah. Variasi tanaman pada pekarangan rumah tampaknya menjadi daya tarik bagi kupu-kupu. Ini juga menunjukkan bahwa pekarangan rumah sangat mendukung penambahan ruang terbuka hijau secara mandiri di perkotaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!