Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

45.000 Polisi Prancis Dikerahkan untuk Padamkan Kerusuhan

📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 08:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
45.000 Polisi Prancis Dikerahkan untuk Padamkan Kerusuhan Doc: Freshnewsasia/AFP
Ket. Peristiwa penembakan remaja oleh polisi di Prancis memicu kerusuhan.

PARIS - Prancis pada Jumat (30/6) mengerahkan 45.000 petugas didukung kendaraan lapis baja ringan untuk mengatasi aksi protes selama empat malam berturut-turut setelah peristiwa penembakan yang dilakukan polisi terhadap seorang remaja.

Unit polisi dan pasukan keamanan lainnya menyebar ke seluruh negeri untuk memadamkan kekerasan yang terjadi saat pemberhentian lalu lintas di pinggiran kota Paris pada hari Selasa.

Terlepas dari kehadiran petugas keamanan, penjarahan terjadi pada Jumat malam di kota Lyon, Marseille, dan Grenoble. Sekelompok perusuh dengan penutup kepala menjarah toko.

Pengunjuk rasa juga membakar mobil dan tempat sampah.

Ada penjarahan di siang hari di timur kota Strasbourg, perusuh menargetkan Apple Store dan toko lainnya.

Polisi menggunakan gas air mata di kota selatan Marseille setelah para pemuda melemparkan proyektil ke kendaraan polisi di distrik Vieux-Port, yang populer di kalangan turis.

Walikota Marseille Benoit Payan menyerukan bala bantuan pasukan. "Adegan penjarahan dan kekerasan tidak dapat diterima," serunya.

Delapan puluh orang ditangkap di Marseille di antara 270 orang secara nasional pada Jumat, kata Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bergegas kembali dari KTT Uni Eropa untuk memimpin pertemuan krisis, mengecam "eksploitasi kematian seorang remaja.

Hari Refleksi

Kerusuhan dipicu oleh pembunuhan Nahel yang berusia 17 tahun, yang menghidupkan kembali keluhan lama tentang kepolisian dan profil rasialisme di pinggiran kota berpenghasilan rendah dan multi-etnis Prancis.

Nahel dimakamkan dalam sebuah upacara pada Sabtu, menurut walikota Nanterre, pinggiran kota Paris tempat dia tinggal dan dibunuh.

Pengacara keluarga meminta wartawan menjauh. Itu adalah "hari refleksi" bagi kerabat Nahel.

Menteri Dalam Negeri Darmanin mengatakan unit-unit polisi dan pasukan paramiliter termasuk di antara 45.000 petugas yang dikerahkan Jumat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.