Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dosen Perlu Lebih Banyak Meneliti Politik, Tata Kelola, dan Kebijakan Perguruan Tinggi

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 11:27 WIB | Oleh: Tim Penulis

Akademisi universitas berpengalaman meneliti dan melakukan advokasi tentang kebijakan sosial dan program kesejahteraan. Namun, kajian ilmiah untuk menguji hubungan antara program kesejahteraan yang dinikmati para dosen, dengan potensi terbentuknya identitas kolektif mereka sebagai dosen, misalnya, tidak pernah dilakukan.

Padahal, banyak studi menemukan korelasi antara kesejahteraan, dengan penguatan identitas kolektif, bagi kelompok penerimanya.

Profesor ilmu politik Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat (AS), Andrea L. Campbell, salah satunya, menjelaskan bagaimana para pensiunan di AS - yang menerima uang dari program jaminan sosial (social security) - berubah menjadi kelompok warga negara yang paling solid dan berdaya dalam politik.

Para pensiunan ini paling aktif mencoblos saat pemilu legislatif dan presiden. Mereka pun kelompok yang paling berkomitmen membayar iuran keanggotaan hingga mempekerjakan perusahaan lobi profesional untuk rutin melobi para anggota Kongres AS.

Mengapa demikian?

Selain untuk meningkatkan kualitas dan cakupan program kesejahteraan untuk pensiunan, tujuannya juga untuk membentengi berbagai program tersebut dari rongrongan politik apapun yang berupaya menghapusnya.

Survei dari sekelompok dosen tentang kesejahteraan akademisi di Indonesia yang terbit di The Conversation Indonesia pada awal Mei lalu tentu merupakan inisiatif yang amat baik.

Sebaiknya Anda baca juga:

Namun, sebagai kajian awal, studi tersebut belum menjangkau dinamika-dinamika di atas. Masih perlu lebih banyak lagi riset yang membongkar politik kesejahteraan dan pembentukan identitas kolektif para dosen di Indonesia.

Upaya advokasi untuk mengubah kebijakan perdosenan merupakan ikhtiar berlanjut dan berjangka panjang. Karenanya, suplai pengetahuan yang diperoleh dari penelitian ilmiah sebagai amunisi gagasan kebijakan dan inovasi, amat kita butuhkan.

Pentingnya suplai pengetahuan

Pengetahuan dari hasil penelitian akademik yang membedah beragam sisi dari isu ini, dan diakumulasi terus menerus, diperlukan guna mendukung upaya advokasi kebijakan tentang kesejahteraan dosen.

Pertama, advokasi ke dalam (inward looking).

Akumulasi pengetahuan ini berperan penting sebagai bahan diskusi hingga pembentukan narasi dan diskursus yang diperlukan bagi penguatan identitas sesama sejawat dosen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.