Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Harga Daging Ayam Terlalu Tinggi Diduga Ada Masalah dalam Suplai

📅 Selasa, 27 Jun 2023, 00:41 WIB | Oleh:
Kenaikan Harga Daging Ayam Terlalu Tinggi Diduga Ada Masalah dalam Suplai Doc: BPMI SETPRES/RUSMAN
Ket. PRESIDEN JOKOWI TINJAU HARGA BAHAN PANGAN DI PASAR PALMERAH I Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan beberapa pedagang, di Pasar Palmerah, Jakarta, Senin (26/6). Kepala negara meninjau harga sejumlah komoditas pangan berdasarkan pantauan Presiden, terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi pada daging ayam.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kenaikan harga daging ayam di pasar terlalu tinggi dan menduga ada masalah dalam suplai. Biasanya di harga 30.000 rupiah per kg hingga 32.000 rupiah per kg, namun sekarang naik mencapai 50.000 rupiah per kg.

"Yang naik agak tinggi memang daging ayam. Biasanya di harga 30.000 rupiah hingga 32.000 rupiah. Ini sudah mencapai 50.000 rupiah. Akan saya cek, mungkin ada problem di suplainya, pasokannya," kata Presiden Jokowi seusai meninjau Pasar Palmerah Jakarta, Senin (26/6).

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Jokowi menduga kenaikan harga tersebut karena masa menjelang Idul Adha 1444 Hijriah.

"Ya mungkin juga (karena Idul Adha), tapi naiknya terlalu tinggi dari 30.000 rupiah-32.000 rupiah ke 50.000 rupiah, biasa harga kalau ayam telur biasa kan naik turun lagi, akan saya cek di lapangan nanti," kata Presiden.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, menyebut harga daging ayam dan telur sudah mulai turun terutama di Pulau Jawa.

"Kalau di Jawa sudah turun dibandingkan harga minggu lalu. Telur dari 32.000 rupiah menjadi 30.000 rupiah (per kilogram), ayam sempat 46.000 rupiah sekarang sudah sekitar 40.000 rupiah. Jadi dibanding minggu lalu turun," kata Zulkifli Hasan, di Kabupaten Badung, Bali.

Masih Tinggi

Usai membuka kegiatan Bhinneka Culture Festival Pantai Jerman, Zulhas, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa harga ayam dan telur yang masih tinggi dipengaruhi oleh harga yang sempat jatuh saat Lebaran/Idul Fitri.

"Harusnya ayam dengan harga 37.000 rupiah-38.000 rupiah, tapi kemarin Lebaran 32.000 rupiah. Jadi orang cutting, kalau tidak kan rugi, makanannya kan mahal jadi dipotong," ujarnya pula.

Hal yang sama juga terjadi pada komoditas telur, di mana saat Lebaran semestinya di angka 27.000 rupiah-29.000 rupiah, namun justru hanya 25.000 rupiah per kilogram, sehingga pengusaha telur merugi.

"Karena rugi kan repot kasih makan, jadi induknya dipotong, dijual ayamnya. Sekarang nyari indukan baru kan perlu waktu lagi," ujar Zulhas.

Mendag mengaku memang butuh waktu untuk memulihkan harga daging ayam dan telur, karena meskipun saat ini turun di bawah pekan lalu, namun harganya masih tergolong tinggi. Ia berharap dalam waktu sebulan ke depan harga dua bahan pokok ini stabil sesuai yang ditentukan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

54 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.