Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Pemprov Jawa Barat Bakal Deklarasi Sebagai Provinsi Bebas Rabies

📅 Senin, 26 Jun 2023, 18:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Pemprov Jawa Barat Bakal Deklarasi Sebagai Provinsi Bebas Rabies Doc: ANTARA/Ajat Sudrajat
Ket. Kepala UPTD Rumah Sakit Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Yoni Darmawan (kanan) pada Acara Diskusi Gaspol PWI Pokja Gedung Sate di Kota Bandung, Senin (26/6/2023).

Bandung - Tingkatkan kesehatan masyarakat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bakal mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang bebas dari kasus rabies dimana kasus terakhir rabies di provinsi itu pada tahun 2016.

"Untuk kasus rabies sendiri, Alhamdulillah sudah tidak ada. Terakhir itu tahun 2016 itu memang terindikasi positif di anjing," kata Kepala UPTD Rumah Sakit Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Yoni Darmawan di Kota Bandung, Senin.

Pada tahun 2023 pihaknya sudah menganggarkan sekitar 50.000 dosis vaksin rabies dan jumlah tersebut belum termasuk untuk yang di kabupaten/kota.

"Dan biasanya untuk beberapa kabupaten/kota yang pernah ada kasus rabies, contoh seperti Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, itu pasti mereka menganggarkan untuk vaksin rabies," kata dia.

Dia juga memastikan semua vaksin ini bisa diakses secara gratis oleh masyarakat dan juga akan didistribusikan ke klinik-klinik swasta.

"Kalau kami dari dinas provinsi distribusi ke kabupaten/kota, khususnya untuk daerah-daerah yang bisa dikatakan endemis rabies. Nanti mereka yang mengatur teknisnya berapa klinik, berapa puskesmas, nanti didistribusikan," katanya.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar deklarasi mandiri mengingat sudah tiga tahun lamanya tidak ada kasus rabies pada hewan di Jabar.

"Jadi untuk deklarasi bahwa satu provinsi itu bebas rabies, itu harus dari Kementerian Pertanian. Jadi kami mauself declarebahwa sudah tiga tahun lebih tidak ada kasus rabies pada hewan, jadi kabupaten/kota juga semangat sebentar lagi bebas rabies," katanya.

Sementara itu Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan JabarYudi Koharudin menambahkan selama ini pihaknya sudah sangat rutin membahas kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) bersama DKPPJabar.

"Kami sudah berdiskusi dan berkoordinasi bukan hanya di pengolahan daging kurban, termasuk juga kaitan dengan gigitanHPR itu, kita koordinasinya intensbangetdengan dinas peternakan ini," kata Yudi.

Menurut dia, dampak penanganan dari kasus rabies ini berbeda dan jika dampaknya terjadi pada manusia, maka penanganan akan dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan

"Namun di binatangnya adalah teman-teman dari Dinas Peternakan. Kalau kami ada puskesmas, maka dinas peternakan ada puskeswan," katanya.

Yudi memastikan sejauh ini tidak ada penambahan kasus gigitan hewan kepada manusia di Jawa Barat.

"Alhamdulillah kalau untuk di Jawa Barat itu tidak ada kenaikan gigitan yang signifikan. Tetapi memang jumlah gigitan di kita ada 741, tapi itu bisa kita tatalaksana 100 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.