Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 16:23 WIB | Oleh: Deri Henriawan
TOKYO - Presiden AS Donald Trump pada Rabu (19/8) mengatakan ingin mengadakan pertemuan langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelum akhir tahun ini.
Trump, yang telah melakukan pendekatan diplomatik dengan Kim sejak awal pekan ini, juga mengatakan kepada wartawan bahwa Korut memiliki "57 senjata nuklir yang sangat kuat."
Pernyataan tersebut dia sampaikan saat dirinya juga tengah berusaha bernegosiasi dengan Iran terkait isu nuklir dan isu lainnya.
"Seharusnya hal itu jangan pernah dibiarkan terjadi... Jika saya seorang presiden [saat itu], saya tidak akan mengizinkannya, tetapi dia memilikinya," kata Trump, saat berbicara tentang pemimpin Korut tersebut dan persenjataan Pyongyang.
Trump mengatakan dia tidak bisa membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir, tetapi situasi yang melibatkan Kim "akan baik-baik saja" selama AS memiliki "presiden yang cerdas."
Ketika ditanya tentang kemungkinan bertemu dengan Kim pada akhir tahun 2026, Trump mengatakan, "Ya, saya akan bertemu," tanpa memberikan rincian, termasuk apakah dia telah berkirim surat dengan pemimpin Korut tersebut.
Korut telah lama ingin diakui sebagai negara bersenjata nuklir, dan menuntut status tersebut sebagai salah satu prasyarat untuk melanjutkan kembali perundingan dengan Washington.
Pada 2018, Trump menjadi presiden AS petahana pertama yang bertemu dengan pemimpin Korut itu ketika ia berjabat tangan dengan Kim di Singapura. Saat itu, kedua pemimpin sepakat bekerja sama untuk mengupayakan denuklirisasi total Semenanjung Korea.
Trump mengadakan dua pertemuan tatap muka lagi dengan Kim pada tahun berikutnya, tetapi kedua pihak akhirnya pulang dengan tangan kosong, dan Korut terus meningkatkan kemampuan rudal dan nuklirnya.
Dalam konferensi pers terpisah pada Rabu (19/8) sore di Gedung Putih, Trump menghindari pertanyaan tentang apakah tujuannya melanjutkan diplomasi dengan Korut masih untuk mendorong denuklirisasi negara tersebut.
Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm meyakini bahwa Korut telah merakit sekitar 60 hulu ledak nuklir dan memiliki cukup bahan fisil untuk membuat sedikitnya 30 hulu ledak lagi.
Trump mengklaim bahwa Kim menyukai dirinya, dan hubungan persahabatan antara AS dan Korut akan menguntungkan seluruh dunia.
"Saya pikir negara kita, dan saya pikir negara-negara lain, terus terang, baik itu Jepang atau Korea Selatan, akan jauh lebih aman jika saya menjadi presiden," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!