Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tekan Penggunaan BBM Impor, PLN Resmikan Pengembangan PLTS Gilimanuk Bali

31 Rabu, 26 Agu 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Tekan Penggunaan BBM Impor, PLN Resmikan Pengembangan PLTS Gilimanuk Bali Tekan Penggunaan BBM Impor, PLN Resmikan Pengembangan PLTS Gilimanuk Bali Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan manfaat PLTS untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

JEMBRANA - PT PLN (Persero) mengoptimalkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 1.000 megawatt peak (MWp) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) 3,3 GWh di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Langkah strategis ini ditempuh guna menghentikan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor yang mencapai 500.000 kiloliter per tahun, sekaligus memacu transisi Bali menuju kawasan mandiri energi bersih.

"Dengan adanya program PLTS ini, maka sistem kelistrikan Bali bergeser, yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor digantikan dengan energi dari domestik,” kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo saat peluncuran pengembangan PLTS Gilimanuk di Jembrana, Bali, Selasa.

“Nanti dari energi yang mahal menjadi energi murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan," katanya menambahkan.

Darmawan menjelaskan keunggulan utama proyek tersebut dibandingkan PLTS konvensional terletak pada integrasi sistem penyimpanan baterai berskala besar dengan teknologi canggih.

Melalui BESS, energi matahari yang diproduksi melimpah pada siang hari, terutama pukul 10.00-14.00 WITA, dapat disimpan untuk digunakan sebagai sumber listrik pada malam hingga pagi hari.

"Konsumsi BBM yang banyak terjadi pada waktu sore sampai malam hari bisa digantikan dengan PLTS yang energinya disimpan di dalam bentuk Battery Energy Storage System," ujar Darmawan.

Ia menjelaskan seluruh daya listrik yang dihasilkan pembangkit di Bali bagian barat tersebut akan disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) untuk menjangkau berbagai kawasan di Pulau Bali.

"PLTS ini langsung tersambung pada transmisi tegangan tinggi 150 kV yang kemudian dievakuasi langsung ke Denpasar, sampai ke Nusa Dua, Kuta, hingga Sanur, walaupun PLTS Gilimanuk lokasinya di Jembrana, ini untuk mengalirkan listrik ke seluruh wilayah Pulau Bali," tuturnya.

PLN memperkirakan potensi PLTS Gilimanuk saat ini belum maksimal karena proyek masih dalam tahap awal. Namun, ketika kapasitasnya mencapai 300 MWp, lahan seluas 320 hektare tersebut berpotensi turut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

PLN menilai akselerasi target nasional pengembangan energi surya sebesar 100 gigawatt peak (GWp) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan lebih cepat berkat kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kehutanan, ATR/BPN, hingga Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai tim solid.

“Dalam proses ini, kami akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan, dan dalam proses ini bangsa kita menjadi bangsa yang lebih maju lagi, kami siap menjalankan program arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah PLN dan pemerintah pusat yang dinilai sejalan dengan Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.

Senada dengan PLN, Koster meyakini kehadiran PLTS dapat mengurangi penggunaan BBM dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan citra pariwisata Bali di mata dunia.

"Manfaat dari PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali, kemudian juga akan menghentikan penggunaan bahan bakar minyak yang di Bali itu besarnya mencapai 500.000 kiloliter, tidak lagi impor BBM dan biayanya jauh lebih murah," kata Koster.

Koster menegaskan Pemprov Bali siap mendukung pemanfaatan lahan negara yang tidak produktif untuk mengoptimalkan pengembangan PLTS.

Selain proyek tahap awal berkapasitas 300 MWp di Gilimanuk, survei lahan kering juga tengah dilakukan di wilayah Buleleng dan Karangasem untuk mendukung perluasan kapasitas PLTS pada masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
Daerah
Gabah Masuk Harus Disortir ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.