Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Korsel Kunjungi Vietnam, Pererat Kerja Sama Hadapi Ancaman Nuklir Korut

📅 Jumat, 23 Jun 2023, 15:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Korsel Kunjungi Vietnam, Pererat Kerja Sama Hadapi Ancaman Nuklir Korut Doc: Yonhap
Ket. Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (kiri), berjabat tangan dengan Presiden Vietnam Vo Van Thuong, di istana kepresidenan di Hanoi, 23 Juni.

HANOI - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan Presiden Vietnam Vo Van Thuong pada Jumat (23/6) sepakat untuk mempererat kerja sama melawan ancaman nuklir Korea Utara serta mengembangkan perdagangan bilateral.

Yoonsetuju untuk menyediakan pinjaman lunak sebesar 4 miliar dolar AS (sekitar Rp60 triliun) kepada Vietnam pada 2030 sebagai bagian dari bantuan pembangunan.

Hal ini disampaikan seusai keduanya mengadakan pertemuan di istana kepresidenan di Hanoi pada hari kedua dari tiga hari kunjungan kenegaraan Yoon di Vietnam.

"Program nuklir dan rudal Korut adalah ancaman keamanan paling mendesak di wilayah," kata Yoon dalam konferensi pers bersama Thuong.

"Korsel dan Vietnam akan meningkatkan koordinasi baik di tingkat Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) maupun secara bilateral untuk menarik tanggapan bersama masyarakat internasional," kata Yoon, menambahkan.

Yoon mengatakan kedua negara akan mengadakan pembicaraan menteri luar negeri tahunan dan memperluas kerja sama industri pertahanan berdasarkan kepercayaan politik yang semakin kuat di antara kedua pihak.

Penjaga Pantai Korsel dan Kementerian Keamanan Publik Vietnam juga menandatangani nota kesepahaman agar Korsel akan dapat membantu memperkuat kemampuan keamanan maritim Vietnam.

"Korsel dan Vietnam telah membangun hubungan kerja sama yang dekat dan saling menguntungkan selama lebih dari 30 tahun," kata Yoon.

"Tahun lalu, kami meningkatkan kerja sama bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif dalam rangka 30 tahun hubungan diplomatik," ujarnya.

"Hari ini, Presiden Thuong dan saya membahas cara meningkatkan kerja sama kami dengan cara yang sepadan dengan peningkatan hubungan bilateral serta berkontribusi bagi kebebasan, perdamaian dan kemakmuran di wilayah Indo-Pasifik." lanjut dia.

Dengan tujuan meningkatkan perdagangan bilateral menjadi 150 miliar dolar AS (sekitar 2,25 kuadriliun rupiah), kedua pihak sepakat membangun Sistem Pertukaran Data Asal Elektronik.

Sistem tersebut memungkinkan pelaku usaha untuk menyerahkan bukti asal barang ekspor dan impor secara daring untuk memenuhi syarat bea preferensial berdasarkan perjanjian perdagangan bebas kedua negara.

Melihat besarnya potensi untuk kerja sama dalam mengembangkan unsur tanah langka yang melimpah di Vietnam, kedua pihak juga sepakat membangun pusat yang secara eksklusif menangani rantai pasokan mineral penting.

Selain itu, kedua pihak melihat bidang kerja sama lebih jauh dalam pengembangan gas alam cair, produksi energi hidrogen, kota pintar dan tanggapan perubahan iklim.

Konferensi itu juga mengarah pada kesepakatan untuk mempromosikan pertukaran lebih lanjut masyarakat antara kedua negara dengan meningkatkan dukungan bagi pendidikan bahasa Korea di Vietnam dan memperluas beasiswa bagi pelajar Vietnam di Korsel.

Yoon mengatakan Korsel akan terus memperluas bantuan pembangunan bagi Vietnam dengan menaikkan batas bantuan yang disediakan melalui Dana Kerja Sama Pembangunan Ekonomi dari 1,5 miliar dolar (sekitar Rp22,5 triliun) pada 2016-2023 menjadi 2 miliar dolar (sekitar Rp30 triliun) pada 2024-2030.

Di bawah kesepakatan baru, Korsel akan menyediakan tambahan 2 miliar dolar (sekitar Rp30 triliun) melalui Fasilitas Promosi Pembangunan Ekonomi pada 2030.

"Vietnam adalah negara kerja sama utama dalam mengimplementasikan Strategi Indo-Pasifik kami dan Inisiatif Solidaritas Korea-ASEAN untuk kebebasan, perdamaian dan kemakmuran," kata Yoon.

"Kami akan berkomunikasi dan bekerja sama lebih erat dengan Vietnam, yang merupakan mitra utama bagi pembangunan hubungan Korsel-ASEAN dan kerja sama Korsel-Mekong." tutup dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.