Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengeditan Dasar Sel-T Sembuhkan Leukemia

📅 Jumat, 23 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Pengeditan Dasar Sel-T  Sembuhkan Leukemia Doc: SAUL LOEB / AFP

Leukemia merupakan penyakit yang cukup resisten terhadap terapi. Pengeditan dasar pada sel-T pada tiga pasien anak-anak yang berhasil, menjadi harapan baru kesembuhan pasien.

Di Inggris, tiga pasien muda dengan leukemia sel-T yang kambuh, telah menjalani perawatan melalui pengeditan dasar (base edited) sel-T. Langkah ini sebagai bagian dari kolaborasi kerja sama antara University College London (UCL) dan Great Ormond Street Hospital for Children (GOSH).

Data dari uji klinis National Health Service (NHS), yang diterbitkan dalamThe New England Journal of Medicinedan didanai oleh MRC, menunjukkan bagaimana sel T Chimeric Antigen Receptor (CAR) donor direkayasa menggunakan teknologi penyuntingan gen mutakhir untuk mengubah huruf tunggal dari kode DNA. Pengeditan ini bertujuan untuk dapat melawan leukemia yang cukup sulit ditangani.

Pengeditan dasar sel-T berdasarkan pengalaman pada tiga pasien dipublikasikan termasuk pasien Alyssa yang berusia 13 tahun dari Leicester. Tahun lalu, ia menjadi orang pertama di dunia yang dirawat dalam uji coba untuk leukemia limfoblastik akut sel-T (T-cell acute lymphoblastic leukemia/T-ALL).

Biasanya kanker sel darah putih ini oleh dokter diobati dengan kemoterapi. Namun ketika terjadi kekambuhan atau muncul kembali, maka menjadi sulit untuk dipulihkan.

Dalam waktu empat pekan setelah menerima sel yang telah mengalami pengeditan dasar, penyakit leukemia Alyssa tidak terdeteksi lagi. Dia kemudian menjalani transplantasi sumsum tulang yang berhasil. Setelah itu ia masih sehat dan berada di rumah hampir setahun kemudian. Sementara anak remaja kedua juga sembuh dari leukemia dalam jangka waktu yang sama dan sekarang pulih di rumah setelah transplantasi mereka.

Namun sayangnya untuk anak ketiga yang mendapatkan sel-T yang merespons terapi sel T CAR mengalami kegagalan. Perjalanannya untuk sembuh diperumit oleh infeksi serius dan keluarga mereka setuju dengan tim klinis untuk beralih ke perawatan paliatif.

Aplikasi pengeditan sel T pada manusia pertama melalui ketiga remaja tersebut dirancang dan dikembangkan oleh tim peneliti di UCL, dipimpin oleh Profesor Waseem Qasim dari UCL Great Ormond Street Institute of Child Health and Honorary Consultant di GOSH. Ia bekerja sama dengan Dr Robert Chiesa and the Bone Tim Transplantasi Sumsum /CART/ Hematologi di GOSH.

Proyek ini didukung oleh Wellcome Trust dan National Institute of Health and Care Research (NIHR). Profesor Waseem Qasim, Profesor Terapi Sel dan Gen di UCL, berkata, senang bisa melihat buah dari kerja keras jangka panjang yang datang dari berbagai tim dan dilibatkan untuk pengobatan baru.

"Ini masih awal, dan kami membutuhkan lebih banyak tindak lanjut dan untuk merawat lebih banyak pasien untuk mengetahui bagaimana hal itu dapat berdampak pada pengobatan jangka panjang," kata dia seperti dikutipScience Daily.

Sementara Dr Robert Chiesa mengatakan sangat penting bahwa anak-anak yang terkena kanker yang gagal dalam perawatan standar, memiliki akses ke strategi inovatif dalam konteks uji klinis seperti ini. Rumah sakit penelitian seperti GOSH menawarkan tempat yang ideal untuk mengembangkan pendekatan eksperimental yang mungkin menawarkan harapan kepada anak-anak dengan prognosis yang sangat buruk.

"Hal ini dimungkinkan karena dedikasi para ilmuwan, dokter, perawat, dan sekutu profesional yang bekerja untuk anak-anak ini dan keluarga mereka," kata dia.

Untuk menghasilkan bank sel T CAR anti kanker sel-T "universal" untuk riset ini, para peneliti menggunakan sel T donor yang sehat. Mereka kemudian membuat perubahan pada sel menggunakan pengeditan basa yang bekerja dengan mengubah basa nukleotida tunggal (huruf kode DNA) secara kimiawi yang membawa instruksi untuk protein tertentu, untuk mencegahnya diproduksi.

Langkah-langkahnya adalah menghapus reseptor yang ada sehingga sel-T dari donor dapat disimpan dan digunakan tanpa pencocokan menjadikannya universal. Menghapus "bendera" yang disebut CD7 yang mengidentifikasi mereka sebagai sel-T (penanda sel-T CD7). Tanpa langkah ini, sel-T yang dirancang untuk mengenali dan menyerang sel kanker, juga bisa membunuh satu sama lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.