Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kontribusi Manufaktur terhadap PDB Ditargetkan Capai 30 Persen

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Kontribusi Manufaktur terhadap PDB Ditargetkan Capai 30 Persen Doc: ANTARA/BAYU SAPUTRA
Ket. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, pada acara Indonesia Emas 2045, di Jakarta, Kamis (15/6).

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, menargetkan kontribusi industri manufaktur Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara mampu mencapai 30 persen pada tahun 2045.

"Pertumbuhan industri manufaktur kita harapkan bisa lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sehingga kontribusinya terhadap PDB bisa mencapai 30 persen," kata Suharso pada acara peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Indonesia Emas 2045, di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (15/6).

Seperti dikutip dari Antara, Suharso menilai salah satu kunci strategi yang diperlukan guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 adalah industrialisasi. Dengan adanya industrialisasi yang efektif dan berkelanjutan, diharapkan pemerintah mampu membangkitkan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Suharso, agar lebih efektif, pemerintah akan berfokus pada industri-industri tertentu. Pertama, industri sumber daya alam (SDA). Kedua, industri dasar yang mencakup kimia dasar dan logam.

Ketiga, tambah Suharso, industri berteknologi menengah-tinggi yang mencakup perkapalan dan kedirgantaraan, otomotif dan pertahanan. Keempat, industri barang konsumsi berkelanjutan yang mencakup industri makanan dan minuman, industri tekstil serta alas kaki. Kelima sekaligus yang terakhir yaitu industri berbasis inovasi dan riset, seperti bioteknologi.

Bonus Demografi

Lebih lanjut, Suharso menilai dengan adanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia, para generasi muda ke depan harus menjadi generasi emas yang menguasai bahasa lokal, internasional, bahkan koding. Penguasaan bahasa diperlukan agar mampu mengimbangi kemajuan teknologi serta ekonomi yang semakin transformatif.

"Sehingga menjadi alat komunikasi manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat, serta menjadi contoh langkah transformatif," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.