Makanan Korea yang Berasal dari 1.700 Tahun Lalu
📅 Senin, 12 Jun 2023, 20:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiNamun meski pola makan seperti itu jelas punya manfaat, perkembangan konstruksi akhir-akhir ini kian merambah hutan di sekitar Gameun sehingga pencarian tanaman liar dan pertanian organik semakin menantang.
Pembangunan lapangan golf baru di sini, atau gudang di sana, menyudutkan satwa liar yang tersisa ke ruang yang semakin kecil dan tidak terhubung. "Gorani (rusa air) terus datang dan memakan semua sayuran kami," kata WooKwan.
Akibatnya, biksuni itu hanya bisa menanam tanaman dengan aroma harum, seperti rosemary, wijen, dan mint, yang biasanya tidak disentuh rusa. Banyak bahan-bahan lain harus diambil dari pertanian lokal sebagai gantinya.
Pot-pot tembikar yang diisi dengan bahan fermentasi juga tidak kebal. "Suatu hari, seekor gorani (rusa air Korea) membuka penutup salah satu pot dan memakan semua gochujang," kata WooKwan merujuk pasta cabai merah. "Artinya gochujang saya sangat bagus," canda dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir alam dan manusia tidak terpisah, tapi terhubung. Penting untuk dipahami bahwa hubungan ini dibuat melalui hati dan pikiran," kata WooKwan merujuk prinsip "tidak membunuh dan menghormati kehidupan" yang menjadi landasan masakan kuil Korea.
Pada 2018, WooKwan merilis buku masak berbahasa Inggris pertamanya, WooKwan's Korean Temple Food. Di dalamnya, dia menjembatani kesenjangan antara Timur dan Barat, terkadang memasukkan bahan-bahan yang tidak biasa dimakan di Korea, seperti kubis Brussel, artichoke, dan alpukat.
Bersama dengan beberapa biksuni lainnya, dia terus memperkenalkan masakan kuil Korea ke khalayak dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bahan favorit saya adalah terong dan hidangan favorit saya adalah rebusan tomat, terong, dan cabai. Saya mengembangkan resep itu di bawah bimbingan kepala Kuil Bongeun di Seoul, ketika saya memulai perjalanan saya dalam masakan kuil," tutur dia.
Kebaikan adalah akar pembuatan resep; WooKwan ingin membuat hidangan berbahan lebih lembut agar bisa dikunyah dengan nyaman oleh para tetua. Resep baru dibuat dengan filosofi yang tidak berubah selama berabad-abad.
"Makanan enak bukan hanya makanan yang terasa enak. Makanan enak berarti apa yang Anda butuhkan," kata dia.
Anda dapat mengetahui hanya dengan melihat hidangan yang disajikan bahwa bahan-bahan masakan WooKwan tidak hanya sehat, tetapi juga terlihat bagus dengan menyeimbangkan tekstur dan warna. Akar teratai yang lembut diberi taburan kenari yang dihancurkan dan cabai merah yang dipotong dadu; gulungan rumput laut kenyal diparut di atas sup selada laut; dan kue renyah dari nasi ketan goreng dikemas dengan mugwort dan labu berbentuk kubus.
Setiap orang mendapat menu yang sedikit berbeda. "Orang-orang semakin kecanduan hanya pada makanan yang terasa enak," kata WooKwan.
Padahal, di zaman modern, makanan enak sering kali makanan olahan dan dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!