Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makanan Korea yang Berasal dari 1.700 Tahun Lalu

📅 Senin, 12 Jun 2023, 20:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Makanan Korea yang Berasal dari 1.700 Tahun Lalu Doc: BBC/THE CULTURAL CORPS OF KOREAN BUDDHISM

Dari daerah pegunungan di Gyeonggi-do, seorang biksuni bernama WooKwan Sunim merintis gerakan kuliner kuil yang memiliki akar sejarah kuno tapi dengan selera modern.

"Setiap kali saya pergi ke gunung, saya bisa melihat semua hal yang bisa dimakan di sana. Makanan ada di mana-mana," tutur dia.

WooKwan Sunim berjalan melintasi dedaunan yang membusuk dan pinus kecokelatan, sembari berhati-hati menjaga kebersihan jubah abu-abunya. Bagi orang-orang seperti WooKwan Sunim yang tahu apa yang harus dicari, hutan di sekitar Kuil Gameun, dekat Kota Icheon, Korea Selatan, penuh dengan tanaman yang bisa dimakan.

Setiap tahun, akar ginseng bersembunyi di bawah tanaman carmine; kelompok jamur tiram beludru (songi beoseot dalam bahasa Korea) mekar di antara pohon tumbang; dan cabang-cabang semak rempah meledak seperti kembang api dengan bunga kuning yang dikenal sebagai bunga jahe.

Sebagai seorang biksuni selama hampir 40 tahun, WooKwan adalah master masakan kuil Korea. Dia sering kembali ke Gameun membawa keranjang yang sarat dengan jarum pinus segar, jantung artichoke liar, bunga sakura, biji ginkgo gemuk, dan daun teratai yang gagah.

Tanaman-tanaman itu akan dia olah untuk dijadikan acar, difermentasi, dikeringkan atau digarami untuk digunakan di kemudian hari.

Tidak peduli musim, tanah menentukan menu di kuil-kuil Buddha di seluruh Korea. Di sanalah kuliner organik, vegetarian, tanpa limbah, berumur lebih tua daripada kuil itu sendiri.

"Ketika bergabung dengan kehidupan biksuni atau biksu, kami mulai mempelajari makanan kuil, karena kami memakannya setiap hari," kata WooKwan, yang lahir dari keluarga Kristen dan menganut agama tersebut sebelum menemukan ajaran Buddha hampir 40 tahun yang lalu.

Dia mempelajari ajaran agama Buddha dan masakan kuil dari para lama di New Delhi dan Seoul, sebelum menetap dengan damai di Gameun untuk menyempurnakan keahliannya.

"Di dunia, menurut saya, makanan terbaik adalah makanan kuil Korea," kata WooKwan.

Dia menambahkan bahwa makanan kuil Korea bukanlah masakan yang sempurna karena di Korea, ada anggapan bahwa makanan kuil tidak enak, tapi baik untuk kesehatan.

Karena itu, gerakan kuliner kuil dipromosikan tanpa mengundang koki selebritas dan tanpa restoran megah di kota. Makanan kuil sederhana, membumi, dan sepenuhnya berfokus pada praktik berkelanjutan.

Pada dasarnya, kuliner kuil adalah produk pengabdian dan kebutuhan; semua biksu dan biksuni membutuhkan makanan. Persiapan hidangan yang penuh perhatian adalah bagian dari jalan menuju pencerahan.

Di lingkungan kuil, kombinasi budaya makanan Korea Selatan yang kuat - penekanan pada persiapan hidangan makanan lambat yang sehat - dan ajaran Buddha yang melampaui keinginan fana manusia guna mencapai pencerahan, menghasilkan sesuatu yang benar-benar unik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.