Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makanan Korea yang Berasal dari 1.700 Tahun Lalu

📅 Senin, 12 Jun 2023, 20:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Maka tidak mengherankan bahwa penyiapan makanan mengutamakan bahan alami yang sehat. Adapun jalan pintas mudah seperti menambah garam, bawang putih, mentega, dan gula dihindari. Bahkan, bawang putih dihindari sama sekali.

"Dalam masakan kuil, penting untuk menyampaikan cita rasa asli dari bahan-bahannya, daripada memaksakan rasa yang sensasional," kata WooKwan.

Bawang, daun bawang, kucai, dan daun bawang juga dijauhi karena bau napas dapat mengganggu latihan meditasi orang di sebelah Anda.

Saat bahan-bahan yang lezat serta sebagian besar produk hewani dihilangkan, dibutuhkan kreativitas dan pemahaman mendalam untuk membuat resep hebat.

Melalui resepnya yang sederhana tapi banyak akal, WooKwan terus membuktikan bahwa masakan kuil Korea itu sehat dan lezat. Pembatasan melahirkan penemuan.

Rahasia rasa yang kaya terletak pada bumbunya: "Pasta cabai (gochujang), pasta kedelai (doenjang) dan kecap Korea (ganjang) adalah yang paling penting. Ketiga jenis bumbu ini kami buat dengan tangan di kuil," tutur dia.

Semuanya terasa enak menggunakan ketiga jang ini.

Kuil Gameun terdiri dari kumpulan bangunan satu lantai yang sederhana di lereng bukit berhutan. Jika berkunjung ke sana, onggi (gerabah wadah fermentasi) WooKwan langsung terlihat terkumpul di sekitar pekarangan kuil. Isinya adalah jang dan segala macam bahan alami yang diawetkan secara tradicional.

Membuat acar atau fermentasi adalah teknik pengawetan kuno yang diangkat menjadi bentuk seni di kuil ini. Rasa pedas dan umami berlimpah.

Khasiat penyembuhan yang diklaim berasal dari kimchi sekarang terkenal di seluruh dunia. Sayuran apa pun bisa menjadi kimchi, bukan hanya kubis. Dan WooKwan juga mengubah banyak tanaman menjadi teh.

Misalnya, bunga kering artichoke liar Yerusalem diubah menjadi teh. Adapun umbi artichoke diasamkan, diubah menjadi sejenis kimchi, atau dikeringkan menjadi camilan renyah.

Tidak ada yang terbuang dalam proses persiapan maupun dalam proses konsumsi. "Kami hanya mengisi mangkuk kami dengan apa yang kami butuhkan. Kami makan setiap butir nasi terakhir," kata WooKwan.

Budaya makanan lambat seperti masakan kuil Korea merupakan sisa-sisa terakhir dari era produksi makanan pra-komersial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.