Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggunaan EBT Harus Terus Ditingkatkan

📅 Jumat, 09 Jun 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penggunaan EBT Harus Terus Ditingkatkan Doc: ISTIMEWA
Ket. FAHMI RADHI Ekonom Energi UGM - Indonesia memiliki potensi sumber energi yang besar, seperti surya, hidro, hingga panas bumi.

YOGYAKARTA - Penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) harus terus ditingkatkan. EBT sudah tidak bisa ditolak lagi sebab sudah menjadi kesepakatan dunia dan dampak perubahan iklim karena penggunaan energi fosil sudah dirasakan di seluruh belahan dunia.

"Indonesia memiliki potensi sumber energi yang besar, seperti surya, hidro, hingga panas bumi. EBT sudah tidak bisa ditolak lagi sebab sudah jadi kesepakatan dunia," kata Ekonom Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi, kepada Koran Jakarta, Kamis (8/6).

Selain pangan, menurut Fahmi, energi merupakan tonggak penting perekonomian sebuah bangsa apalagi bagi bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk ratusan juta. Kini, energi fosil jumlahnya juga sudah sangat terbatas sehingga tidak bisa lagi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan energi dunia.

"Sehingga dalam perencanaan penggunaan energi nasional semestinya sudah tidak memasukkan energi fosil, melainkan sudah fokus ke energi baru dan terbarukan. Bagaimana membuat EBT menjadi tersedia dan bisa dijangkau oleh masyarakat," kata Fahmi.

EBT, tambah Fahmi, Indonesia memiliki banyak sumber daya yang beragam dan jumlahnya melimpah. Tenaga surya, biodiesel, bahkan sampah, terus menunggu untuk dikembangkan menjadi EBT. Masalahnya teknologi dan inovasi di EBT masih sangat terbatas sehingga masih tergantung pada investor asing.

Pengembangan Sekolah

Untuk itu, menurut Fahmi, perlu pengembangan sekolah vokasi yang didorong untuk terlibat dalam rantai inovasi dan produksi EBT, misalnya untuk produksi panel-panel energi surya yang selama ini masih didapat dari impor.

"Pilihan EBT yang dibarengi dengan pengembangan SDM melalui sekolah vokasi, ini saya kira jalan yang harus kita tempuh. Energi baru terbarukan yang tersedia dan terjangkau yang nyambung dengan pengembangan vokasi," tandas Fahmi.

Selain itu, yang juga tak kalah penting dengan mengurangi pemakaian energi yang digunakan saat ini. Menurut Fahmi, budaya hemat energi harus digalakkan sehingga jadi bagian hidup sehari-hari masyarakat.

"Satu hal yang bisa setiap orang lakukan dalam upaya untuk mengurangi pemakaian energi adalah dengan efisiensi energi sehingga kita bisa lebih hemat energi seperti dengan mematikan AC dan lampu ketika meninggalkan ruangan. Perubahan perilaku ini itu hal yang penting dalam melakukan transisi energi menuju net zero emission," papar Fahmi.

Sementara itu, pengamat energi dari Universitas Brawijaya, Malang, Suprapto, mengatakan setiap rumah tangga perlu melakukan penghematan energi, karena pada dasarnya akan membantu mereka melakukan penghematan pengeluaran.

"Peningkatan konsumsi listrik akan menyebabkan pemborosan biaya karena seiring waktu tarif dasar listrik akan naik sesuai kondisi waktu itu. Setiap orang bisa berpartisipasi dalam menghemat energi, dimulai dari rumahnya masing-masing," kata Suprapto.

Seperti dikutip dari Antara, Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda Priaadi, mengatakan mengurangi emisi batu bara menjadi salah satu peta jalan menuju energi bersih. Pemerintah telah mencanangkan target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

"Road map sudah ada dan kami tentu akan mendetailkan lagi dengan menyiapkan rencana tahunan seperti apa dan garis besarnya yang paling penting salah satunya adalah dengan mengurangi emisi batu bara," kata Yudo dikutip dari laman esdm.go.id, Kamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.