Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Harus Dimulai di Sentra Penduduk Miskin di Desa

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Selain itu, birokrasi untuk membuka usaha di Indonesia lebih rumit dan berjenjang. Perizinan harus dilakukan pada tiap provinsi, kabupaten, bahkan camat dan lurah, sehingga investasi di Indonesia mahal, sementara di Vietnam terpimpin hanya satu langkah saja. "Jelaslah modal Tiongkok akan lari ke Vietnam bukan Indonesia," ungkap Eugenia.

Belum lagi melihat perilaku masyarakat Indonesia masih lebih mengutamakan aktivitas konsumsi dibandingkan produksi, sementara masyarakat Vietnam lebih mengutamakan kegiatan produksi. "Hal ini membuat impor Indonesia tinggi, dan Vietnam rendah," kata Eugenia.

Begitu pula jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk Vietnam jauh lebih kecil dari Indonesia, sehingga pendapatan per kapita dapat meningkat cepat, dan menyalip Indonesia.

Bangun Desa

Diminta terpisah, pakar ekonomi dari Universitas Airlangga, Imron Mawardi, mengatakan perkembangan ekonomi Vietnam memang pesat dan merupakan pesaing utama Indonesia di kawasan Asia Tenggara dalam menggaet investor. Untuk memperbaiki pendapatan per kapita, pemerintah diminta untuk membangun wilayah yang menjadi konsentrasi penduduk miskin terutama di kawasan perdesaan.

"Memang perkembangan Vietnam jika dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara cukup pesat, dan merupakan pesaing kita dalam menggaet investor. Ini bisa terjadi karena di sana kemudahan berbisnis dan iklim investasinya lebih baik, sementara di kita masih termasuk ekonomi biaya tinggi, ini yang jadi catatan untuk pemerintah. Dengan majunya investasi, otomatis pertumbuhan akan terbantu dan angka Gross National Income (GNI) per kapitanya akan baik," kata Imron.

Kesenjangan pendapatan penduduk Indonesia terang Imron juga sangat tinggi. Untuk itu, agar negara bisa meningkatkan pendapatan per kapita secara berkualitas, harus bisa menurunkan angka kemiskinan. Caranya adalah memperhatikan sentra-sentra kemiskinan itu sendiri yang banyak tersebar di perdesaan.

"Masyarakat desa banyak yang terlibat dalam pertanian, tapi pertanian itu sendiri masih kurang diutamakan. Ini yang harus dibuat maju terlebih dahulu," kata Imron.

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan Vietnam memang tumbuh sangat cepat dengan meniru apa yang dilakukan Tiongkok. Dengan sistem politik seperti Tiongkok, Vietnam membuktikan bisa menjadi Tiongkok di Asia Tenggara karena diuntungkan oleh satu partai mayoritas yang memerintah.

Vietnam bisa dengan cepat mengundang investor untuk membuat pertumbuhan ekonomi di sana melesat. Korupsi yang rendah juga membuat investasi di sana berjalan jauh lebih cepat dari negara-negara di kawasan.

"Sementara Indonesia, sistem politiknya tidak sanggup mengurangi korupsi dan kestabilan perencanaan pembangunan dan hukum. Kita terlalu lama tumbuh hanya oleh konsumsi. Padahal sumber daya alam dan market kita mengungguli Vietnam," kata Maruf.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan selama ini ekonomi Indonesia memang bertumbuh, namun sebetulnya tingkat pertumbuhan tersebut masih kalah dari beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia. Akibatnya, jarak kesejahteraan antarnegara, misalnya diukur dari pendapatan per kapita, semakin tipis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.