Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pedagang telur ayam di Medan menjerit akibat tingginya harga

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 16:09 WIB | Oleh:
Pedagang telur ayam di Medan menjerit akibat tingginya harga Doc: ANTARA/Michael Siahaan
Ket. Pedagang telur ayam beraktivitas di tokonya, Pasar Sei Kambing, Medan, Kamis (8/6).

MEDAN - Pedagang telur ayam di Medan menjerit karena sulit menjalankan bisnisnya akibat tingginya harga dagangan mereka.

"Kami sulit mengambil keuntungan. Omzet pun turun 30 persen hingga 40 persen," ujar Ros, pedagang di Pasar Sei Kambing, Medan, kepada ANTARA, Kamis.

Saat ini, Ros harus menjual telur ayam ras dengan harga di kisaran Rp1.550 - Rp1.850 per butir.

Dia mengaku harus membatasi harga sedemikian rupa agar tidak kehilangan pelanggan. Padahal, Ros membeli telur dari agen seharga Rp1.450-Rp1.800 per butir.

Di toko lain, harga telur ayam termahal mencapai Rp2.000 per butir.

"Kasihan pelanggan kalau terlalu mahal. Mereka, kan, butuh untuk konsumsi sehari-hari," kata dia.

Pedagang lain, Zainab, menyebut bahwa kondisi harga telur ayam saat ini sangat mengkhawatirkan.

Berbeda dengan Ros, Zainab menjajakan dagangannya dengan harga Rp1.450 sampai Rp2.000. Normalnya, harga telur ayam sekitar Rp1.200-Rp1.550 per butir di tingkat konsumen.

"Sekarang saya hanya berusaha bagaimana caranya tidak menomboki. Bagaimana tidak, pembeli sepi. Kalau pun ada, mereka mengurangi belanjaannya. Dari biasanya membeli lima atau 10 butir sekali datang, sekarang paling cuma tiga butir," kata dia.

Sementara, berdasarkan Sistem Harga Pangan Komoditas Utama Sumatera Utara (SiHarapanKu), Kamis (8/6), harga telur ayam ras di Sumut berkisar Rp25.500 sampai Rp50 ribu per kilogram.

Harga termurah ada di Kabupaten Labuhanbatu Seladan dan termahal di Kabupaten Langkat.

Terkait melambungnya harga telur ayam ras, Badan Pangan Nasional sempat menyatakan bahwa hal tersebut terjadi karena kenaikan harga jagung yang menjadi pakan unggas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.